Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dua Santri Terseret Aceh di Aceh Besar Ditemukan Meninggal

Fendy Hermansyah • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 06:59 WIB
Tim SAR mengevakuasi jenazah santri yang terseret arus sungai di Aceh Besar, Jumat (26/8/2022). ANTARA/HO/Humas Basarnas Banda Aceh
Tim SAR mengevakuasi jenazah santri yang terseret arus sungai di Aceh Besar, Jumat (26/8/2022). ANTARA/HO/Humas Basarnas Banda Aceh
BANDA ACEH - Tim SAR gabungan menemukan dua dari empat santri yang hilang terseret arus saat mandi di Sungai Brayeuen, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Jumat, mengatakan kedua korban yang ditemukan meninggal dunia yakni Ahmadal Hadi (17), asal Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, dan Reza (18), warga Punge, Banda Aceh.

"Kedua korban ditemukan dalam waktu berbeda pada Jumat (26/8). Korban Ahmadal Hadi ditemukan sekira pukul 11.30 WIB dam korban Reza pada pukul 17.00 WIB," kata Ibnu Harris Al Hussain.

Ibnu Harris Al Hussain menyebutkan kedua korban ditemukan sejauh 1,5 kilometer dari titik terakhirnya terlihat ke arah muara sungai. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas Leupung.

Sedangkan dua korban yang masih dalam pencarian yakni Fakhrul Razi (20), warga negara Malaysia dan Darazatul Aulia (17), warga Desa Rumoh Panjang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Sebelumnya, para korban merupakan santri di sebuah dayah atau pesantren di Kabupaten Aceh Besar. Korban berwisata dengan mandi Sungai Brayeuen di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/8) sekira pukul 13.00 WIB.

Saat mereka mandi sungai, kata Ibnu Harris Al Hussain, tiba-tiba terjadi air bah dengan arus sungai yang deras. Saat ini, cuaca di sekitar sungai sedang terjadi hujan lebat. Akibatnya, empat santri itu terseret arus sungai tersebut.

"Pencarian dua korban masih berlangsung. Pencarian menggunakan dua perahu karet serta dengan menyisir daerah aliran sungai. Pencarian juga melibatkan Polri dan TNI serta masyarakat setempat," kata Ibnu Harris Al Hussain. (*/antaranews.com) Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #soekarno mojokerto #kota onde-onde #Mojopahit #trawas #pacet #sekolah ongko loro #masa kecil soekarno #Kota Mojokerto #santri hanyut #mojokerto #Santri Tenggelam #trowulan #onde-onde #hanyut tenggelam