KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya dikabarkan menangkap salah satu pimpinan organisasi Khilafatul Muslimin, AS, di Mojokerto, Senin (13/6) dini hari. Namun, belum diketahui pasti lokasi penangkapan yang berlangsung di Mojokerto tersebut.
Dari penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto dan RMTV, terdapat salah satu pesantren diduga terafiliasi dengan organisasi tersebut. Yakni, Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah (PPUI), di Dusun Pandanrejo, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo.
Dugaan itu juga didukung dengan sejumlah visi misi, salah satunya Siap menjadi Mujahid Da'wah Tegaknya sistem Khilafah 'Alaa Minhajin Nubuwwah. Selain itu kalender yang terpasang pada dinding Masjid di lingkungan ponpes juga menjadi bukti jika ponpes ini ada hubungannya dengan Ponpes yang ada di Lampung.
Kalender 2021-2022 berangka Arab ini terpasang Foto Pimpinan Pusat Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja yang kini ditangkap dan dijadikan tersangka oleh Polda Metro Jaya.
Di dalam kalender, seruan pada kaum Muslimin untuk bergabung Kekhalifahan Islam dengan menyatakan bai'ad dan tinggalkan perpecahan. Meski demikian, Pengasuh PPUI M. Nur Salim membantah jika pimpinan AS, disebut-sebut menjabat Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin ditangkap di lingkungan pesantren.
"Sejak kemarin malam di pesantren ini tidak ada apa-apa, termasuk penangkapan. Bisa ditanya ke lingkungan dan warga sekitar sini. Tapi tidak tahu lagi kalau ditangkap di luar pesantren," terang warga asal Lampung ini. (ori/fen) Editor : Fendy Hermansyah