Ahmad menceritakan aktifitas pekerjaan yang kerap membuat dirinya kurang memperhatikan kesehatannya sehingga tiba di suatu waktu ia pun mengalami demam tinggi. Karenan badannya terasa lelah dan lemas untuk digerakkan, tak berpikir panjang ia langsung dibawa ke IGD Rumah Sakit Umum dr. Moedjito.
“Sudah beberapa minggu ini aktifitas pekerjaan sangat padat sekali. Memang selama ini pola makan saya tidak teratur dan kurang istirahat. Setelah sampai rumah, badan saya terasa lelah, mual, panas dan demam,” ujar Ahmad.
Ahmad menyampaikan bahwa saat di rumah sakit, dirinya langsung ditangani oleh para medis dengan sigap dan cekatan. Tak hanya itu, baginya baik dokter maupun perawat telah memberikan pelayanan yang sangat baik. Atas indikasi medis untuk menjalani rawat inap karena didiagnosa tifus.
“Dari awal penanganan di IGD, hingga penanganan rawat inap di rumah sakit pelayanannya memuaskan. Dari dokter dan perawat juga sangat cepat dan tanggap saat melayani saya. Saya merasa nyaman dengan kebersihan kamar, Semua biaya baik perawatan dan obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS dan tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS,” ujar Ahmad.
Dengan segala fasilitas dan pelayanan yang telah ia terima, Ahmad pun berpendapat bahwa iuran JKN-KIS ini terjangkau dan punya manfaat yang besar. Baginya, JKN-KIS ini adalah program pemerintah yang memang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ahmad merasa bersyukur karena sudah tergabung menjadi peserta Program JKN-KIS.
Pengalamannya menghadapi pengobatan penyakit tifus dirasakan sangat memuaskan.
“Menjadi peserta JKN-KIS itu ternyata banyak terbantu dan bermanfaat. Saat ada keluarga kita yang sakit tidak perlu lagi bingung untuk memikirkan biaya berobat. Saya merasakan program ini tidak ada ruginya, asal sesuai prosedur dan membayar iuran tepat waktu. Semoga program ini selalu ada, karena banyak membantu masyarakat dan bisa tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (*) Editor : Fendy Hermansyah