KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tuntutan meraih medali di Porprov menuntut cabor hoki Kabupaten Mojokerto berjuang sekuat tenaga. Tidak hanya dengan latihan, tim asuhan Abid Agung Prasetyo ini juga ditempa mentalnya oleh tim pembinaan mental dan fisik (Bimensik) di salah satu villa di kawasan Trawas Kabupaten Mojokerto, Minggu (30/1). Tempaan ini ditujukan agar performa mereka terus tangguh di ketatnya persaingan antartim daerah. Sehingga target meraih medali emas bisa terealisasi dengan mudah.
Selama Bimensik tesebut, psikologi dan spritual 25 pemain diperkuat dengan tim motivator. Mereka dikarantina selama dua hari agar konsentrasi dan pikiran mereka terfokus dalam memenangkan setiap pertandingan. Tidak hanya mental, 25 pemain juga di drill dengan materi latihan fisik. Di mana, mereka diminta menyusuri jalanan menanjak dan menurun di sekitar kaki gunung Penanggungan tersebut. Tujuannya tak lain agar fisik mereka semakin kuat di medan apapun.
Ketua Umum Pengkab FHI Mojokerto, Suryanto Agung mengatakan, bimensik menjadi salah satu terobosan baru dalam program Training Center (TC). Di mana, berdasarkan hasil evaluasi di porprov sebelum-sebelumnya, kualitas permainan hoki selalu fluktuatif setiap pertandingan. Hal ini tak lepas dari mental tanding pemain yang belum siap menghadapi ketatnya persaingan di level Jatim. ’’Dulu-dulu kami selalu dominan di awal-awal babak, tapi merosot ketika di akhir-akhir babak,’’ terangnya.
Selain faktor mental, persoalan fisik juga bisa mempengaruhi turunnya performa tim di sengitnya persaingan. Dimana, stamina pemain seringkali ngedrop saat menghadapi pertandingan berikutnya. Padahal, selama di Porprov, performa pemain dituntut ready meski sehari bisa dua kali bertanding. Dan hal ini yang harus diantisipasi agar pemain tetap prima meski dituntut bertanding dengan jadwal padat. ’’Fisik juga nomor satu yang mempengaruhi kekuatan tim. Kami prioritaskan dulu sebelum menyusun strategi bermain efektif,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah