Jalan Brawijaya Kota Mojokerto wilayah utara menyajikan deretan kios penjual bunga. Melintasi jalan searah itu bak berjalan di taman-taman, menyejukkan mata yang memandang.
Aneka bunga dan tanaman hias dipajang persis di pinggir jalan. Itu membuat pengguna jalan praktis melihat etalase bunga-bunga. Melintasi kawasan itu suasana menjadi berbeda sekaligus teduh.
Deretan kios penjual bunga itu diperkirakan sudah ada sejak tahun 1980-an. Mereka memanfaatkan Sungai Brantas sebagai sumber air untuk tanaman. Puluhan tahun kemudian, kini sedikitnya 22 kios aktif menjajakan ratusan jenis bunga dan tanaman hias.
Salah satu pemilik kios bunga, Firman Hidayat, mengatakan, dirinya sudah 17 tahun berjualan tanaman hias di Jalan Brawijaya. Dia membeli kios dari kenalannya yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kini dia punya tiga kios serupa dan satu kios di lokasi lain. ’’Ini saya kelola bersama istri dan beberapa pekerja,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.
Dikatakannya, deretan kios penjual bunga di Jalan Brawijaya kerap disebut orang-orang sebagai Pasar Kembang Brawijaya. Maklum, kawasan itu sudah menjadi jujukan orang mencari bunga, tanaman hias, hingga perlengkapan menanam dan berkebun. ’’Pembelinya tidak hanya dari Mojokerto saja. Orang Mojoagung, Jombang, Sidoarjo, dan kota lain sering belanja di sini,’’ kata pria 42 tahun ini.
Menurut dia, orang yang belanja di Pasar Kembang Brawijaya tidak hanya dari kalangan perempuan. Seiring perkembangan zaman, pembeli bunga semakin meluas. Mulai anak-anak, bapak-bapak, hingga instansi perkantoran. ’’Mulai anak sekolah, anak muda, bahkan sekarang itu yang sering bapak-bapak,’’ terang pria kelahiran Surabaya ini.
Semasa pandemi korona ini, diakuinya, Pasar Kembang Brawijaya kian jadi jujukan orang. Puncaknya ketika tahun pertama pandemi yakni tahun 2020 lalu. Sekarang ini, disebutkan Firman, mengalami penurunan penjualan. Namun, kondisinya hampir sama ketika sebelum pandemi. ’’Kalau sekarang stabil. Hanya saja, segmennya semakin luas,’’ katanya.
Ratusan jenis tanaman hias yang diperjualbelikan. Kebanyakan yang diminati adalah jenis romosan. Jenis tanaman ini banyak diaplikasikan pada taman-taman. Selain itu, jenis bunga hias hingga tanaman khusus koleksi. ’’Yang koleksi itu jenis bonsai, janda bolong, anggrek, hingga monstera. Kalau anak muda itu spek khusus seperti jenis sukulen, bonsai mini, dan anak kaktus,’’ rincinya.
Aneka jenis tanaman hias itu dibanderol dengan harga bervariasi. Mulai yang paling murah skala ribuan hingga jutaan rupiah. Tak hanya tanaman, pemilik kios juga melengkapi dagangan dengan aneka kebutuhan taman hingga kelengkapan berkebun. Itu seperti pupuk, pot, rak, vitamin, media tanam, hingga bebatuan. (fen/abi)
Editor : Fendy Hermansyah