KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kurang sehari Kejurda Jatim Open 2021 digelar, 20 atlet atau sprinter Kabupaten Mojokerto terus digenjot dengan porsi latihan keras di Stadion Gajah Mada Mojosari. Khususnya atlet kategori nomor lempar yang dibebani target perolehan medali ketimbang kategori lari yang jumlah atletnya lebih banyak.
Wakil Sekretaris Pengkab PASI Mojokerto, Bambang Risdianto mengatakan, dua nomor yang dijagokan tersebut adalah lempar lembing dan tolak peluru. Keduanya mendapat perhatian lebih karena komposisi atlet yang diturunkan tergolong ideal dan mumpuni. Bahkan dari beberapa kali latihan, catatan lemparan yang ditempuh mampu melampaui catatan prestasi tahun 2019 lalu.
Pengkab PASI optimistis dua anak asuhnya mampu berbicara banyak di ajang rutin yang digelar Pengprov PASI Jatim itu. ’’Latihannya ditingkatkan dari tiga kali menjadi empat kali dalam seminggu. Sekarang fokus di kategori nomor lempar lembing dan tolak peluru yang punya potensi medali,’’ tegasnya.
Meski demikian, Bambang tak melupakan atlet di kategori nomor dan kelas lain dengan kepercayaan dan latihan tinggi agar bisa membuka peluang merebut medali lebih banyak. Utamanya, nomor lari yang banyak diisi sprinter baru. Sebagian besar dari mereka adalah sprinter hasil penjaringan dari kejurkab tahun 2019 lalu.
Meski minim pengalaman terjun di kejuaraan, namun kualitas dan skill mereka tak bisa diremehkan. ’’Meskipun belum pernah main di Kejurda Jatim Open, tapi setidaknya persiapan mereka sudah dua tahun lebih,’’ tegasnya. Keikutsertaan 20 atlet di ajang ini sekaligus untuk mengukur kemampuan mereka sebelum turun di Porprov tahun depan.
Sebanyak 20 atlet tersebut masing-masing terbagi 10 putra dan putri dengan tiga kategori kejuaraan. Mulai dari lari jarak pendek 100 meter, 200 meter, 400 meter, ditambah lari jarak jauh hingga lari estafet. Ada juga lempar lembing, dan tolak peluru yang sudah difokuskan sebulan terakhir. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah