Merpati pos yang dikenal memiliki kemampuan daya ingat tinggi, kini menjadi idola para penghobi. Burung ini bisa menempuh jarak yang sangat jauh. Dilepas di Jakarta, esok harinya sudah kembali di Mojokerto.
KHUDORI ALIANDU, MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto
Di antara penghobi itu adalah Mukhammad Akbar, 36. Atlet paramotor ini memiliki 20 ekor merpati pos. Sejak enam tahun lalu, ia mulai menyukai burung jenis ini. Umumnya, merpati punya karakter berbeda dengan lainnya. ’’Bahkan bisa pulang kandang meski dilepas dari jarak cukup jauh,’’ ungkapnya.
Ilung, sapaan akrap Mukhammad Akbar ini menambahkan, hobi memiara merpati pos ini berawal dari rasa penasarannya dengan burung yang dikenal sebagai penjelajah langit ini. Di tengah menjadi atlet paramotor, dia yang sering keluar kota akhirnya memutuskan mengisi hari-harinya dengan sekalian melatih merpati.
Bermodal awal empat jodoh merpati pos seharga Rp 500 ribu, Ilung memulai hobinya. ’’Merawatnya tidak sulit, pokoknya pola makan yang teratur, menu makan yang bagus, sama kebersihan kandang,’’ ujarnya.
Warga Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari menambahkan, kesukaannya terhadap merpati pos karena bisa kembali ke kandang meski dilepas dari jarak jauh. Terbukti, saat dirinya mengikuti lomba kelas umum yang digelar Mojopahit Racing Pigeon Community (MRPC) Mojokerto 27 November lalu.
Dua merpati andalannya yang diturunkan di Jakarta, berhasil pulang kandang dalam waktu tak kurang 1x24 jam. Dengan jarak tempuh 651 kilometer. Masing-masing, memiliki waktu terbang 15 jam 37 menit, 24 detik dan 18 jam 19 menit 51 detik. ’’Dilepas di Jakarta Sabtu (27/11) pagi, pulang besoknya Minggu pagi,’’ tegasnya.
Waktu itu, ditentukan dari stiker berkode yang dipasang di cincin merpati. ’’Kodenya itu rahasia. Bisa tahu kodenya kalau merpatinya pulang. Nanti kodenya di-SMS kan ke panitia, lalu di cocokkan sama data merpati. Kalau cocok, berarti merpati benar-benar pulang,’’ paparnya.
Tiap ikut lomba, merpati pos akan ikut seleksi pada lima tahapan. Mulai titik pertama 170 km, titik kedua 250 km, ketiga 350 km, sampai titik akhirnya dengan pelepasan Jakarta. Tak sebatas 651 km saja, merpatinya juga pernah dilepas di Merak, Kota Cilegon. Lagi-lagi, merpati yang memiliki daya ingat cukup tinggi itu bisa pulang ke kandang.
Ilung menyebut, jarak tempuh yang bisa dijangkau merpati pos itu bisa sampai 750 km. ’’Tapi, merpati itu memang harus dibesarkan di tempat tersebut. Dari situlah nalurinya akan terbentuk. Awalnya saya juga tak percaya, ternyata setelah punya baru bisa membuktikan,’’ tuturnya.
Dengan kemampuan jelajahnya, merpati ini miliki harga yang cukup fantastis. Paling murah tembus Rp 10 juta bagi yang sudah terbukti keandalannya dengan memenangkan kejuaraan. Sedangkan, untuk anakan dibanderol Rp 3 juta. ’’Tapi saya tidak pernah jual. Karna saya hanya buat hobi saja,’’ paparnya. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah