Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Es Dawet Kakao, Terinspirasi dari Hasil Perkebunan

Moch. Chariris • Selasa, 4 Mei 2021 | 05:00 WIB
es-dawet-kakao-terinspirasi-dari-hasil-perkebunan
es-dawet-kakao-terinspirasi-dari-hasil-perkebunan

Berbuka puasa tak bisa lepas dari yang namanya kuliner tradisional. Satu di antaranya adalah kesegaran es dawet. Minuman khas tradisional ini selalu menjadi buruan untuk melepas dahaga selepas azan Magrib. Terlebih, varian rasa manis gula arennya sekarang banyak dipadukan dengan ketela dan kakao.


BERANGKAT dari melihat hasil kebun di sekitar rumahnya, Ifa Novika, berinisiatif untuk memanfaatkan sebagai lahan bisnis kuliner. Warga Jalan Embong Jeruk, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ini pun berinsiatif sekaligus berinovasi menciptakan dawet tradisional. Namun, dengan rasa dawet yang tidak biasa.


Lebih variatif dan modern. ”Saya ingin minuman tradisional ini memiliki kesan modern,” ujar perempuan yang memulai usahanya sejak tahun 2018 ini.


Dari lahan perkebunan itu, dia melihat terdapat hasil kebun yang dapat dimanfaatkan sebagai varian dawet. Seperti ketela ungu, cokelat kakao, dan ketan hitam. Setelah beberapa kali dilakukan uji coba, Ifa akhirnya menemukan rasa dawet yang berbeda. Sebab, dawet buatan Ifa, bukan saja berbahan dasar tepung beras dan ketan.


Namun, dia sengaja mencampurkan olahan bubuk cokelat kakao, ketela ungu, dan ketan hitam sebagai bahan tambahan. Sehingga, saat disajikan dan dipadukan dengan gula aren, dawet buatan Ifa memunculkan tiga varian rasa yang bikin ketagihan. ”Ada tiga varian rasa. Cokelat (kakao), ketela ungu, atau ketan hitam,” imbuhnya.


Agar penampilan es dawet karyanya tampak sempurna, perempuan 39 tahun ini juga berinovasi dari segi kemasan. Es dawet buatan ibu 5 anak anak dikemas menggunakan gelas cup agar lebih kekinian. ”Saya ingin minuman tradisional ini memiliki kesan modern,” imbuh Ifa.


Tak hanya itu, Ifa menuturkan, karena Mojokerto sebagai pusat kerajaan Majapahit, dia berharap dawet inovasinya dapat mendukung kuliner khas Majapahitan. (hakim)


 


 


 

Editor : Moch. Chariris