Bentuknya bulat. Ukurannya sekepalan anak. Kulitnya penuh bintik-bintik krem bernama wijen. Terasa nikmat bin maknyus saat dinikmati ketika masih hangat. Itulah onde-onde, jajanan khas Mojokerto. Namun, di tangan kaum milenial, kini kudapan tersebut dikemas lebih menarik.
UMUMNYA, pembuatan onde-onde kebanyakan digoreng. Tingkat ketahanannya juga akan berbeda. Namun, di tangan kaum milenial, proses pembuatan onde-onde kini mengalami perubahan.
Sebut saja, Ferry Gunawan. Owner Olivia Bakery Mojokerto ini, memberikan sentuhan berbeda. ”Memang, saat ini saya menginginkan sesuatu yang berbeda. Kami terus berinovasi menyuguhkan aneka kue yang sehat,” katanya di Toko Olivia Bakery Jalan Majapahit Nomor 481, Kota Mojokerto.
Menurut Ferry, kini masyarakat harus mengonsumsi aneka jajanan yang sehat, tapi rasa tidak boleh ketinggalan. ”Makanan sehat itu harus. Namun, kualitas rasa dan kemasan wajib dipertimbangkan,” terangnya. Salah satu yang saat ini ditekuni adalah kue khas Mojokerto, onde-onde.
Mau tidak mau, Olivia Bakery harus membuat produk yang sehat dan nikmat. Dia menuturkan, membuat onde-onde dengan rasa dan nikmat berbeda, namun tetap awet, adalah dengan cara oven. ”Proses pembuatan onde-onde oven ini, kalau dari awal perkiraan kurang lebih 1 jam,” tandasnya.
Mulaipersiapansampaipengadukandanprosesterakhiryaknipengovenankuranglebih20menit. ”Proses onde-onde oven ini memang bebas minyak. Rendah kolesterol, dan rendah gula,” tegas Ferry. Meskidiperas sekalipun pasti tidak ada minyaknya. Karena produk ini mengarah ke makanan sehat.
”Onde-onde oven ini rendah gula, namun bukan berarti bebas gula. Kadang kita harus meluruskan persepsi di masyarakat,” tambahnya. Istimewanya, lanjut Ferry, onde-onde oven ini lumer. Mulai dari kulit dan isinya. Bisa bertahan sampai 2 hari.
Meskipun sudah kering, tapi bisa dikukus lagi dan rasanya dan bentuknya masih tetap sama. ”Produk onde-onde oven ini memang tanpa bahan pengawet atau pelunak,” ujarnya. Onde-onde Oven saat ini memiliki enam varian rasa. Masing-masing original, banana, hazelnut, durian, cheese velvet, dan choco crispy.
”Kita launching bulan Maret lalu. Namun, karena pandemi akhirnya kita publish sekarang. Harganya sangat terjangkau. Kisaran Rp 40 ribu Rp hingga 50 ribu per boks (10 biji),” pungkasnya. (dik)
Editor : Moch. Chariris