Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Upcycling Fashion, Tren Baru Fashionista

Imron Arlado • Sabtu, 19 Desember 2020 | 16:05 WIB
upcycling-fashion-tren-baru-fashionista
upcycling-fashion-tren-baru-fashionista

UPCYCLING fashion tengah ngetren di kalangan fashionista. Konsep busana daur ulang yang ramah lingkungan ini merupakan bentuk perhatian kalangan pecinta mode terhadap banyaknya limbah fashion. Namun sedikit berbeda dengan konsep busana daur ulang pada umumnya. Upcycling fashion lebih mengarah pada daily use fashion alias busana yang digunakan untuk keseharian.


Desainer muda asal Trowulan Saffrizal Roji Tuasikal menjadi salah satu dari sederet perajinnya. Sejak dua tahun silam, ia getol menekuni konsep upcycling fashion. ’’Pada dasarnya, memang termasuk kategori busana daur ulang. Namun konsepnya lebih pada redesign and repair atau pakaian lama yang diolah menjadi desain baru untuk bisa digunakan kembali dalam jangka panjang,” terangnya. 


Pria 27 tahun yang akrab disapa Saf ini menambahkan, selain untuk menjaga keseimbangan alam dengan mengurangi limbah dan sampah fashion, melalui konsep ini para desainer juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar mulai sadar terhadap pentingnya sisi kemanusiaan pada sebuah busana.


’’Sebuah karya busana sampai bisa dipakai adalah melewati proses dan tahapan yang panjang. Dan di dalam proses produksi massal tersebut terdapat sisi kemanusiaan dari komponen pekerjanya. Jadi, jika ingin menghargai sebuah karya busana, bukan hanya sekedar beli, pakai dan selanjutnya dibuang,” tuturnya panjang lebar.


Salah satu karya Saf yang kini banyak menjadi perbicangan di kalangan mode adalah desain upcycling fashion berlabel Splash. Desain ini mengusung tema tentang perlunya kesadaran akan lingkungan dan kemanusiaan melalui setiap helai busana yang dipakai.


Sementara itu, diberbagai belahan kota besar, konsep desain upcycling fashion bukan hal baru. Malahan, proses ini kian digemari para fashionista. Alasannya, selain desain yang menarik, pakaian bekas yang nyaris tak berguna ini bisa disulap menjadi busana yang lebih eye catching.


Sementara, di Mojokerto, menurut Saf, trend desain upcycling fashion sudah mulai terasa. Dengan para peminat didominasi dari kalangan milenial, berusia 19 tahun hingga 30 tahun-an. Kebanyakan mereka memilih pakaian berbahan dasar Denim.


Bahan ini bisa berasal dari celana maupun jaket jeans yang sudah lama tak terpakai. Karena pakaian berbahan dasar denim tak lekang waktu. Selain itu juga mudah dipadu padankan dengan setelan gaya busana lain.


Untuk busana karyanya, Saf biasa membanderol kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 450 ribu. ’’Harga tergantung pada bentuk desain dan treathment yang dilakukan. Sementara, lama prosesnya bisa antara tiga sampai 7 hari pengerjaan,’’ tandasnya(nto)

Editor : Imron Arlado