Muhammad Rizki Pancasilawan mendapat pelajaran berharga dari sang ayah, Akmal Budianto, sebagai bekalnya terjun ke dunia politik. Apalagi, ayahnya sudah banyak merasakan asam garam di kancah perpolitikan.Dengan memegang prinsip,selalu menanamkan rasa pengabdian.
SAMPAI akhirnya dia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2019-2024. ”Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari ayah saya. Beliau yang mengarahkan karir politik saya, hingga saya bisa menjadi anggota DPRD,” ungkap Rizki panggilan akrab Rizky Pancasilawan.
Mantan koordinator PA P3MD Kabupaten Bojonegoro itu mengaku mendapat banyak pembelajaran dari sang ayah.Tepatnya saat Akmal mencalonkan diri menjadi calon walikota Mojokerto 2018. Ayahnya mengajarkan, jika ingin berjuang melalui partai politik harus memiliki dasar tujuan yang kuat. Sehingga perjuangan yang diusung sampai dan dirasakan oleh masyarakat.
Tak heran saat pileg 2019 lalu ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Mojokerto dengan mendapat suara tertinggi di daerah pemilihan (Dapil) 3 Kota Mojokerto (Kecamatan Prajurit Kulon).Diusung PDI Perjuangan Rizki mengantongi 1.578 suara.
”Ayah mengajarkan, bahwa perjuangan melalui partai haruslah mempunyai dasar yang kuat, punya tujuan, tidak karbitan. Sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat buah dari perjuangan kita,” jelas politisi yang hobi bermain musik drum ini.
Dia mulai belajar politik sejak masih duduk di bangku kuliah. Saat itu, dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Airlangga Surabaya. Di usia remaja ini, Rizki mengikuti perjalanan politik sang ayah di Orde Baru. Yang menganggap birokrasi itu bagian dari parpol.
Karir politik sang ayah saat menjadi pengurus parpol dan birokrasi perlahan mempertemukan Rizki dengan banyak tokoh politik dan pemerintahan. Seusai kuliah ia bergabung menjadi tim pemenang Rendra Kresna di pilkada Malang.
Masing-masing pilkada 2005dan 2016. Kemudian bergabung dengan tim Ridwan Hisyam untuk pileg DPRRI, dan Fredi Purnomo untuk DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim). Disamping itu, juga pernah menjadi tim pendamping desa di Bojonegoro dan sebagai lawyer.Saat menginjak usia 30 tahun, tepatnya pada 2017 lalu, Rizkymemasuki dunia politik praktisdan bergabung dengan PDI Perjuangan.
Menyusul, Akmal Budianto mencalonkan diri menjadi Wali Kota Mojokerto dari PDI Perjuangan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat Kota Mojokerto. ’’Saat itu saya juga bagian tim sukses bapak saat pilwali di Kota Mojokerto tahun 2018,’’ ujar ketua Taruna Merah Putih ini.
Meskipun sempat ada tawaran untuk caleg DPRD Provinsi Jatim Dapil 9 (Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi) tetapi lebih memilih Kota Mojokerto untuk pileg 2019. Pasca dilantik sebagai wakil rakyat ia langsung tancap gas dengan membangun komunikasi bersama semua potensi yang ada.
”Alhamdulillah berhasil,’’ tegasnya. Saat ini, ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto ini telah bertempat tinggal di Kota Mojokerto Rizki. Dia bertekad mewakili aspirasi warga kota, khususnya Dapil 3 Kecamatan Prajurit Kulon. Harapannya, bisa menjadi pioner milenial Mojokerto untuk tidak apatis dengan politik dan ikut partisipasi dalam gelanggang politik Kota Mojokerto.
”Sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto dan representasi dari golongan milenial saya akan menjadi wakil aspirasi masyarakat yang objektif dan tidak berat sebelah dalam satu sisi golongan saja,’’ tandas sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kota Mojokerto ini. (bas)
Editor : Moch. Chariris