Merasakan suasana desa yang sunyi dan tenang, masih menjadi pilihan banyak orang untuk menghilangkan kepenatan. Apalagi, jika dilakukan sembari menikmati secangkir kopi panas. Konsep inilah yang diusung Kopi Desa, Pacet, sejak dibuka setahun silam.
BERLOKASI dalam satu kawasan dengan Vila De’Desa, Pacet, Kopi Desa memang menawarkan suasana tenang dan asri khas pedesaan. Makin memikat dengan penataan kafe yang penuh ornamen arsitektur khas Jawa tempo dulu.
Pada setiap sudut kafe ini bisa ditemui beragam ornamen dan peralatan khas Jawa. Mulai dari meja, kursi, hingga peralatan lainnya. Semua serbaunik dan menarik. ”Desainnya sangat Instagramable,” kata Nirva Chus Afifah, seorang pengunjung.
Cewek milenial asal Jombang ini mengaku sengaja datang ke Kopi Desa karena penasaran dengan arsitekturnya yang khas. Penataan desain yang sangat khas tersebut menjadikan pengunjung betah untuk berlama-lama di Kopi Desa.
Selain itu, lidah pengunjung juga dimanjakan dengan menu makanan dan minuman yang disajikan. Cukup banyak dan beragam menu yang ditawarkan. Mulai dari makanan hingga jajajanan ringan.
Seperti nasi lodeh ceker, pecel pincuk, singkong goring, dan martabak. Semua menunya sangat khas pedesaan. Namun, sesuai namanya, yang paling diandalkan Kopi Desa tentu saja minuman kopi dengan berbagai varian.
”Kita memang menyiapkan banyak varian minuman kopi,” ujar Deddy Zainun Achmad atau yang biasa disapa Deddy Ristretto, sang barista Kopi Desa. Deddy menambahkan, salah satu yang menjadi daya tarik Kopi Desa adalah sajian kopi yang berasal dari berbagai daerah di tanah air. Ia biasa menyebutnya sebagai kopi nusantara.
”Secara bergilir setiap bulan, kita sajikan berbagai kopi dari daerah di tanah air. Mulai kopi Trawas, Dampit, Lumajang, hingga Aceh Gayo. Jadi, pengunjung bisa merasakan perbedaan rasa kopi dari berbagai daerah,” tandasnya. (dwi)
Editor : Moch. Chariris