Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Estetika Wallpaper di Rumah atau Ruang Kerja

Imron Arlado • Sabtu, 29 Agustus 2020 | 14:35 WIB
estetika-wallpaper-di-rumah-atau-ruang-kerja
estetika-wallpaper-di-rumah-atau-ruang-kerja

Wallpaper dinding telah menjadi tren dalam membuat tampilan ruangan lebih menarik belakangan ini. Selain dinilai lebih instan, kehadiran wallpaper sebagai interior juga mampu memberikan nuansa warna dan motif yang lebih fresh. Sehingga dapat menghidupkan rumah dari kesan monoton.


 


PENGGUNAAN wallpaper pada dinding rumah semakin diminati masyarakat. Tak butuh banyak tenaga dalam menghias ruangan layaknya mengecat tembok. Sajian motif yang beragam bentuk dan warna juga membuat permintaan wallpaper semakin meningkat.


Seolah penggunaan wallpaper kini telah menjadi tren dalam desain interior ruangan, baik di rumah maupun tempat kerja. Bahkan, tak jarang orang justru sengaja menggunakan wallpaper sebagai media dalam menenangkan diri. Dengan pilihan karakter gambar pemandangan atau florist, orang yang masuk ke dalam ruangan seolah berada dalam suasana yang sama persis dengan gambar yang sebenarnya. Termasuk juga untuk menunjukkan identitas diri sesuai dengan karakter yang dipilih.


Sehingga tamu atau pemilik rumah merasa betah dengan suasana yang ditampilkan.’’Yang penting itu bagaimana memilih karakter yang cocok dengan apa yang kita rasakan saat ada di kamar atau rumah. Karena wallpaper bisa digunakan sampai bertahun-tahun,’’ tutur Hartatik, warga Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.


Sebagai pengguna, Hartatik mengaku lebih menyukai motif klasik yang tertempel dalam ruang tamunya. Selain menunjukkan kesan elegan, pilihan motif batik dan warna emas yang tersaji dalam bahan vinyl juga menjadikan karakter si pemilik rumah seperti raja. ’’Biasanya kan warna emas identik dengan orang-orang yang terpandang. Kita sengaja pilih motif klasik agar tamu yang datang seperti dijamu dalam kerajaan,’’ tambahnya.


Meski begitu, banyaknya ragam corak justru membuat orang semakin sulit menentukan pilihan. Belum lagi harus menyesuaikan antara motif dan warna wallpaper dengan tata ruang yang tersedia. Butuh banyak pertimbangan sebelum memasang wallpaper yang sesuai keinginan customer. ’’Biasanya kami berikan gambaran dulu. Kalau ruang tamu kan skalanya lebih luas, biasanya lebih cocok motif klasik atau alam dengan pilihan warna pastel,’’ tutur Abi Darmawan, penyedia wallpaper di kawasan Sooko.


Untuk kamar tidur, pria yang juga guru SMK ini lebih membebaskan permintaan customer sesuai karakternya masing-masing. Seperti kamar anak bisa disesuaikan dengan tokoh kartun atau superhero. Sementara untuk kamar orang dewasa, bisa dipasang motif geometrik atau tiga dimensi (3D). ’’Jangan lupa pilihan warna dan aksen juga tidak sembarangan. Harus seirama antara warna dasar dengan coraknya,’’ tambahnya.


Untuk pemakaian sendiri, wallpaper tergantung selera. Jika sudah bosan, bisa dilakukan penggantian tanpa harus merusak tatanan rumah. Untuk jangka waktunya, juga tergantung dengan perawatan. Jika ruangannya tidak lembab, bisa sampai 10 tahun tanpa diganti. ’’Rata-rata orang 5 tahun sudah bosan. Makanya itu, sebelum memasang harus dipertimbangkan matang. Perawatannya cukup dibilas pakai spons,’’ tambahnya.


Untuk harga, Abi memberikan range Rp 185 ribu sampai Rp 350 ribu perrol (gulungan). Atau antara Rp 1,5 juta sampai Rp 4,5 juta untuk satu ruangan penuh. Dengan asumsi, tinggi dinding 3 meter dan panjang 4 meter di empat sisi. ’’Harganya tergantung motif dan corak. Itu sudah dengan ongkos pemasangan,’’ tandasnya. 

Editor : Imron Arlado