Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ikonik Buah Maja, Jadi Pengingat Kebesaran Nama Kerajaan Majapahit

Moch. Chariris • Kamis, 27 Agustus 2020 | 19:30 WIB
ikonik-buah-maja-jadi-pengingat-kebesaran-nama-kerajaan-majapahit
ikonik-buah-maja-jadi-pengingat-kebesaran-nama-kerajaan-majapahit

Belakangan ini jarang sekali terlihat pohon maja ditanam di sejumlah fasilitas umum (fasum). Bahkan, patungnya saja jarang ditemui. Padahal, nama Majapahit berasal dari nama buah maja.


Di wisata Lembah Mbencirang, Desa Kebuntunggul, justru mengabadikan dengan membangun sebuah patung buah mojo. Apa yang tersirat di balik monumen tersebut?


WISATAWAN yang menginjak halaman objek wisata Lembah Mbencirang, Desa Kebuntunggul/Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, langsung disuguhi dengan patung berkarakter unik.


Ya, patung atau dalam bahasa lain adalah monumen tersebut berbentuk buah maja. Monumen itu sengaja dipajang di atas toga yang bangunannnya berbahan bata merah. Seperti bangunan candi peninggalan Kerajaan Majapahit.


Kepala Desa Kebuntunggul Siandi menceritakan, dibangunnya patung buah mojo dalam kawasan objek wisata yang dikelola desa ini bermaksud untuk mempertahankan sekaligus melestarikan ikon Majapahit.


Di mana, buah maja, lanjut dia, menjadi inspirasi dari tercetusnya nama Kerajaan Majapahit. ”Buah maja itu rasanya pahit. Dan jika disambungkan menjadi Majapahit,” katanya. Oleh karena itu, lanjutnya, dirinya berinisiatif membuat patung buah mojo sebagai ikonik atau identitas dari Mojokerto Raya.


Di sisi lain, monumen ini diharapkan dapat menjadi pengingat wisatawan yang datang. Utamanya, soal asal penamaan dari Kerajaan Majapahit. ”Jadi buah maja itu keunggulan pada masa Kerajaan Majapahit,” tegasnya.


Dia menuturkan, ke depan, desa tidak hanya menampilkan buah maja. Namun, akan mendesain wisata itu dengan konsep Kerajaan Majapahit. Seperti menyediakan minuman atau makanan khas masa kerajaan tersebut. Atau yang biasa disajikan kepada para raja terdahulu.


Dengan demikian budaya Majapahit akan terus lestari. Bahkan, nama kebesaran Kerajaan Majapahit sendiri akan selalu menjadi kebanggaan warga Mojokerto. ”Jadi saya angkat ikonnya Mojokerto dulu. Untuk budayanya nanti menyusul. Karena identitas daerah itu sangat penting,” tandasnya. (shalihin saobi) 


 


 


 


 


 



 

Editor : Moch. Chariris