KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Tempat pariwisata di Kabupaten Mojokerto mulai dibuka kembali bagi wisatawan. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat pasca ditutup selama tiga bulan.
Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Mojokerto yang kembali dibuka dengan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dari kapasitas maksimum ada adalah Taman Ghanjaran Trawas.
"Ada pembatasan kuota pengunjung. Kapasitas pada hari biasa sekitar 750 pengunjung, saat ini hanya diperbolehkan 50 persen atau 400 pengunjung dari kapasitas maksimal pengunjung per hari," kata Ketua KUB Wahana Taman Ghanjaran Ketapanrame, Trawas, Khusnul Yakin, di tengah pembukaan wahana baru pada Minggu (5/7).
Yakin menjelaskan, beroperasinya Taman Ghanjaran tersebut telah melalui serangkaian tahapan dan verifikasi dari tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto.
’’Verifikasi tersebut bertujuan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan bagi para pengunjung maupun pekerja,’’ ujarnya. Pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun, wajib memakai masker, memasuki bilik disinfektan, pengukuran suhu badan, dan menjaga jarak. ’’Inilah yang harus kami jalankan, agar tempat wisata ini bisa dibuka kembali dan bisa memutus mata rantai Covid-19,’’ ujarnya.
Kepala Desa Ketapanrame Zainul Arifin menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pengelola bisa membuka kembali wahana di Taman Ghanjaran, meskipun ada pembatasan. Pemerintah desa, kata dia, tetap memastikan penerapan protokol kesehatan dan dilaksanakan secara disiplin.
Pemerintah desa dan pengelola wisata dan masyarakat, lanjut Zainul, sama-sama mendukung agar sektor wisata di Kabupaten Mojokerto, khususnya di Ketapanrame ini bergeliat kembali.
”Kami mengapresiasi dan terima kasih atas kerja keras pengurus yang telah membantu meningkatkan ekonomi warga Desa Ketapanrame lewat program investasi wahana, ” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Donny Alexander menambahkan, Taman Ghanjaran merupakan destinasi wisata tangguh yang diharapkan bisa menjadi percontohan bagi objek wisata di seluruh Kabupaten Mojokerto.
’’Selain itu, para petugas gabungan akan bersiaga untuk terus mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya. (bas)
Editor : Moch. Chariris