TAK hanya wisata alam dan budayanya. Jogjakarta juga dikenal kaya akan wisata sejarah. Termasuk candi-candi besar yang bertebaran di sekitar wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) ini.
Selain Candi Borobudur, candi besar lainnya yang dikenal dunia dan masuk dalam situs warisan budaya Unesco adalah Candi Prambanan. Berdasar beberapa sumber sejarah, Candi Prambanan dibangun Raja Rakai Pikatan pada tahun 850 Masehi, sebagai persembahan untuk tiga Dewa utama dalam ajaran Hindu, yaitu Brahma, Wishnu dan Siwa.
Terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten atau hanya berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat kota, Candi Prambanan merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia. Bahkan, bisa disebut sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara.
Dengan desain arsitektur Hindu yang kental menjadikan bangunan candi ini sangat indah. Ramping dan menjulang tinggi. ’’Arsitektur Prambanan sangat indah. Areanya juga luas, bersih dan nyaman,” kata Munawar Tobing, salah satu pengunjung.
Keindahan Candi Prambanan tak hanya memikat banyak wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, tapi juga dari berbagai belahan dunia. Beberapa situs travelling dunia juga menyatakan, Candi Prambanan merupakan candi terindah di Asia Tenggara.
Dengan hanya membayar tiket yang cukup murah, pengunjung bisa menikmati keindahan peninggalan bersejarah tersebut. Untuk menambah daya tarik pengunjung, pengelola Candi Prambanan juga kerap menyuguhkan tampilan musik dan sendratari di area pelataran Candi.
Biasanya pagelaran tersebut diadakan pada malam hari dengan tata panggung dan sorot lampu yang demikian memikat. (nto)
Editor : Moch. Chariris