Ngonceki brambang karo gelati
Brambange kutah dadi sak ratan
Nduwe bojo nggawe loro ati
Tapi isih tetep bertahan
Tulkiyem (samaran), 38, mendatangi Pengadilan Agama (PA) Mojokerto diantar oleh budenya. Tulkiyem dijatuhkan talak oleh Mukiyo (samaran), 41, dengan alasan tidak mau diboyong ke rumah mertuanya di Nganjuk. Padahal selama ini di mana Mukiyo kerja, Tulkiyem selalu ikut mendampingi suaminya. ’’Suami saya kan kerja di pemerintah, sering pindah-pindah,’’ jelasnya.
Pada saat menikah, Tulkiyem dan Mukiyo memiliki agama yang berbeda. Tulkiyem beragama Islam sedangkan Mukiyo beragama lain. Dan setelah menikah, Mukiyo memutuskan menjadi mualaf. ’’Ya dia mau masuk Islam, mengikuti agama saya,’’ tuturnya.
Permasalahan rumah tangga Tulikiyem dan Mukiyo dimulai pada pertengahan bulan Juli. Secara mengejutkan Mukiyo memutuskan untuk keluar dari Islam. Tulkiyem pada saat itu langsung pingsan mendengar kabar suaminya itu. ’’Langsung pingsan saya,’’ katanya.
Namun, penyebab keretakan rumah tangganya bukan hanya karena masalah itu. Melainkan Tulkiyem memergoki Mukiyo yang sedang berfoto dengan seorang perempuan. Yang dilihatnya di dinding medsos. ’’Lha saya waktu itu sedang membuka facebook, tiba-tiba ada foto suami saya bersama perempuan lain,’’ jelasnya sambil menahan tangis.
Karena ingin mempertahankan rumah tangganya, Tulkiyem tidak mau membahas masalah tersebut dan melupakannya meskipun hatinya sangat sakit. ’’Tapi ya sudahlah tidak apa-apa mungkin ini cobaan dari Allah. Saya sabar aja ikhlas karena saya tidak mau pisah,’’ tandasnya.
Kesabaran Tulkiyem ternyata tidak membuahkan hasil baik. Pada akhirnya ia didaftarkan oleh Mukiyo di Pengadilan Agama Mojokerto. ’’Kok ya semudah itu gitu lo langsung cari pengacara,’’ katanya.
Pada hari ini Rabu (26/7) merupakan sidang pertama antara Tulkiyem dan Mukiyo. Dia tetap berharap mediasinya dengan suami tidak sampai berujung perpisahan. ’’Saya akan tetap mempertahankan rumah tangga saya,’’ harapnya.
Editor : Moch. Chariris