Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemdes Padangasri Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto Ekspor Kopi ke Enam Negara

Martda Vadetya • Minggu, 15 Oktober 2023 | 11:20 WIB

KHAS: Kopi khas lereng Gunung Anjasmoro terus dikembangkan sejumlah desa di Kecamatan Jatirejo. Salah satunya, Desa Padangasri.
KHAS: Kopi khas lereng Gunung Anjasmoro terus dikembangkan sejumlah desa di Kecamatan Jatirejo. Salah satunya, Desa Padangasri.
LERENG Gunung Anjasmoro memiliki segudang potensi yang bisa dikembangkan masyarakat. Salah satunya, kopi khas Jatirejo.

Pengolahan salah satu komoditas pertanian ini terus dikembangkan Desa Padangasri. Hingga sukses menembus pangsa pasar ekspor ke enam negara.

Ada sejumlah jenis kopi yang dibudidayakan di lereng Gunung Anjasmoro.

Namun, jenis liberika, excelsa dan robusta jadi kopi yang banyak dikembangkan di wilayah Jatirejo.

Potensi ini yang ditangkap Pemdes Padangasri untuk mengembangkan pengolahan kopi khas Jatirejo.

”Salah satunya jadi olahan kopi Kabegjan dari Dusun Padangan. Di sini kita memang tidak ada lahan budidaya kopi. Tapi kita bekerja sama dengan Desa Tawangrejo dan Rejosari di lereng Anjasmoro untuk budidayanya,” ujar Sekdes Padangasri Ali Machfudi.

Di bawah Nusantara Crypto Coffee, salah satu produk kopi khas Jatirejo terus berkembang sejak 2018.

Pemdes Padangasri ajeg melakukan pendampingan. Khususnya, pengurusan legalitas produk.

”Karena UMKM juga perlu legalitas, kami dampingi untuk pengurusan izinnya. Seperti BPOM, PIRT maupun sertifikasi Halal,” terangnya.

Tak sampai di situ, pemdes turut mendorong pemasaran salah satu produk UMKM khas Jatirejo ini dirintis.

”Setiap event atau kegiatan yang ada di desa, kecamatan, maupun pemkab, kita sodorkan produk Kopi Kabegjan ini. Ternyata banyak peminatnya,” tandas Ali.

Di bawah tangan dingin sang owner, M Netto Suryono, kopi khas Jatirejo ini terus mengekspansi pasar. Kini, olahan kopi Jatirejo tengah berproses masuk ke pasar minimarket modern.

Selain memenuhi pasar lokal Jawa Timur maupun nasional, UMKM asli Jatirejo ini telah sukses merambah pangsa ekspor.

”Sekarang kita sudah ekspor ke Belanda, Amerika Serikat, Arab Saudi, China, Taiwan, dan Jepang,” terang Netto.

Ketua Karang Taruna Desa Padangasri ini menuturkan, sejak berdiri 2018 lalu kopi bubuk dan sangrai olahannya bertahap meningkat. ”Sekarang 50 kg per bulan,” imbuh pria 27 tahun ini.

Di samping itu, inovasi pengolahan kopi pun ditelurkan. Netto menggunakan mesin sangrai kopi dari bahan bekas yang kapasitas jauh lebih besar dari mesin umum.

Yang umumnya sekali sangrai hanya muat 1-2 kg, dengan mesinnya 10-15 kg kopi dapat disangrai sekaligus. (vad/ron)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#jatirejo #desa #ekspor #padangasri #kabupaten #mojokerto #kopi