Dukung Pertanian, Pemkot Mojokerto Relaksasi Luas LP2B

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:21 WIB
DIALOG: Kegiatan Tasyakuran Hari Tani Nasional ke-66 dan Sosialisasi Juknis Pupuk Bersubsidi di Gedung PLUT, Kota Mojokerto, Selasa (6/10). (dok Pemkot Mojokerto for JPRM)
DIALOG: Kegiatan Tasyakuran Hari Tani Nasional ke-66 dan Sosialisasi Juknis Pupuk Bersubsidi di Gedung PLUT, Kota Mojokerto, Selasa (6/10). (dok Pemkot Mojokerto for JPRM)

KOTA - Pemkot Mojokerto menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pangan. Di samping memastikan kebutuhan pangan tercukupi, pemkot terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlangsungan sektor pertanian.

Komitmen itu ditegaskan dalam gelaran Tasyakuran Hari Tani Nasional ke-66 sekaligus Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Pupuk Bersubsidi, Selasa (6/10). Bertempat di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), acara ini dihadiri jajaran Forkopimda, Bulog, perwakilan PT Perkebunan Nusantara, serta para kelompok tani.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah bersama petani dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Menurutnya, berbagai bahan pangan yang setiap hari dinikmati masyarakat tidak lepas dari kerja keras petani. ”Ada beras, jagung, kedelai, itu semua adalah jasa para petani,” tutur Ning Ita, sapaan Wali Kota, dalam keterangannya di laman pemkot, Rabu (7/10).

Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, petani, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia, terjangkau, dan dapat terdistribusi dengan baik.

”Tugas kami memastikan apakah pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Mojokerto tersedia dengan cukup jumlahnya, harganya mampu dibeli, dan bisa terdistribusi dengan lancar. Maka kami tentu harus berkomunikasi dan berdialog dengan panjenengan (kelompok tani, Red),” jelasnya.

Ning Ita mengatakan, dialog bersama para petani menjadi penting untuk mengetahui sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan lahan pertanian di tengah kebutuhan pembangunan kota.

Khusus konteks tersebut, pemkot berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlangsungan sektor pertanian. Salah satunya dengan melahirkan kebijakan terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang saat ini telah direlaksasi menjadi sekitar 38 hektare.

Baginya, momentum Hari Tani Nasional juga menjadi pengingat bahwa keberadaan petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, pemkot berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat dukungan bagi sektor pertanian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di daerah. ”Bukan hanya untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, tetapi juga agar kesejahteraan petani terus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah,” tandas Ning Ita. (adi/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
hari tani nasional relaksasi luas LP2B Pemkot Mojokerto