Penebalan dinding penyelamat dilakukan oleh UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Mojokerto Dinas PU Bina Marga Jatim dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto.
Dimulai sejak Kamis (1/10), penambahan ratusan karung berisi sekam padi di jalur alternatif Mojokerto-Batu via Cangar ini dirampungkan kemarin. ”Ya, totalnya ada 500 sak,” ungkap PPK Wilayah I UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Mojokerto Dinas PU Bina Marga Jatim Tri Cahyo Utomo, kemarin (2/10).
Menurutnya, penambahan sak tersebut bertujuan untuk mempertebal dinding sekam di sejumlah titik yang terpetakan rawan kecelakaan. Salah satunya di benteng penyelamat tikungan Gotekan, Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet yang dipertebal hingga tiga lapis. ”Di Gotekan ada 320 sak,” imbuhnya.
Selain itu, karung sekam juga ditempatkan di titik baru yang sebelumnya terjadi kecelakaan motor akibat gagal fungsi rem. Di lokasi yang berada di bawah turunan tajam ini dibuat dinding penyelamat dengan 115 sak sekam.
Sedangkan puluhan sak sekam lainnya digunakan untuk mempertebal jalur penyelamat di rest area turunan AMD Desa/Kecamatan Pacet. Pasalnya, di titik ini juga tercatat sering terjadi kendaraan rem blong. ”Di jalur penyelamat AMS 65 sak,” jelasnya.
Di samping untuk perawatan rutin, penebalan benteng penyelamat di jalur ekstrem tersebut bertujuan untuk meminimalisir dampak kecelakaan. Sebab, tumpukan karung sekam mampu menghentikan laju kendaraan yang hilang kendali akibat gagal fungsi rem. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto