Cegah Titik Api Susulan, Pembasahan di TPA Belahan Tengah Mojokerto Diintensifkan

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 07:32 WIB
DIKENDALIKAN: Alat berat mengurai gunungan sampah di TPA Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk dilakukan pembasahan pascakebakaran, Rabu (30/9). (Rizal/JPRM)
DIKENDALIKAN: Alat berat mengurai gunungan sampah di TPA Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk dilakukan pembasahan pascakebakaran, Rabu (30/9). (Rizal/JPRM)

DLH Semprotkan Sembilan Tangki Air Setiap Hari 

KABUPATEN - Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Belahantengah, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari pada Sabtu (26/9) lalu dipastikan berhasil dipadamkan. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto terus melakukan pembasahan setiap hari untuk mencegah munculnya titik api susulan.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menyatakan, setelah dilakukan upaya pemadaman secara berturut sejak Sabtu (26/9), sumber api di TPA telah berhasil dijinakkan. Meski demikian, upaya penanggulangan pascakebakaran masih terus dilanjutkan dengan melakukan pembasahan. ”Kami lakukan terus pembasahan hingga hari ini (kemarin, Red),” ujarnya, Rabu (30/9). 

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan hingga seminggu ke depan guna mengantisipasi kembali munculnya hotspot alias titik api di timbunan sampah. Satu unit Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto disigakan setiap hari untuk menyemprotkan air di gunungan sampah dengan total luas sekitar 2.500 meter persegi di zona nonaktif TPA Belahantengah. ”Kami terus melakukan pembasahan, apalagi dengan kondisi cuaca ekstrem seperti ini,” jelasnya. 

Untuk mencukupi kebutuhan air selama pembasahan, DLH mengaku telah berkoordinasi dengan Perumdam Mojopahit dan sejumlah perusahaan swasta di Kabupaten Mojokerto. Setiap hari, setidaknya sembilan tangki air berkapasitas 5.000 liter disemprotkan ke gunungan sampah. 

Menurutnya, langkah antisipasi serupa juga dilakukan di TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo. Rachmat menyebut, upaya tersebut bertujuan guna menekan risiko kebakaran di area timbunan sampah. ”TPA baik yang aktif maupun nonaktif setiap hari lakukan pembasahan. Selain mitigasi, penjagaan 24 jam tetap kami lakukan untuk menghindari timbulnya potensi api dari faktor internal, karena di dalam timbunan itu ada gas yang mudah terbakar,” tandasnya. 

Seperti diketahui, TPA Belahantengah dilanda kebakaran pada Sabtu (26/9) siang. Setelah sempat berhasil dijinakkan, titik api kembali menyala pada Minggu (27/9). DLH mencatat, sekitar 60 persen dari total luas area gunungan sampah terdampak amukan si jago merah. (ram/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
tpa terbakar kebakaran tpa tpa mojokerto tpa belahan tengah