KOTA - Pemangkasan pohon di Kota Mojokerto digencarkan seiring meningkatnya intensitas angin kencang. Upaya tersebut dilakukan guna meminimalkan potensi pohon tumbang saat puncak kemarau.
Kemarin (21/9), pemangsakan pohon dilakukan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto di sepanjang Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon. Kegiatan pruning ini menyasar pohon-pohon peneduh jalan yang sudah rindang. Salah satunya pohon iprik berukuran jumbo yang dahannya sudah menutupi hampir separuh ruas jalan.
”Kami lakukan pemangkasan karena sudah terlalu rimbun,” kata petugas dari DLH, Gandhi, di lokasi. Menggunakan kendaraan skylift, petugas menjangkau bagian pohon yang berada di ketinggian untuk dipangkas. Ia menjelaskan, pemangsakan diprioritaskan dengan mengurangi dahan dan ranting pohon yang menjorok ke jalan.
Menurut Gandhi, kegiatan pemangsakan dilaksanakan setiap hari. Selain melakukan inventarisir terhadap pohon-pohon yang sudah rimbun, pihaknya juga melayani laporan masyarakat. ”Biasanya ada warga yang lapor karena kondisi pohon membahayakan sehingga perlu dipangkas,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, selain untuk menjaga kerapian, perampingan pohon menjadi upaya memitigasi dampak angin kencang. Intensitas angin yang belakangan meningkat berisiko memicu kejadian pohon tumbang. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan melakukan pemangkasan agar tak terjadi insiden pohon tumbang yang mengancam pengguna jalan. ”Tentunya untuk mengantisipasi pohon tumbang, karena angin kencang seperti ini bisa berbahaya,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto