Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Tambah 13 Titik Sumur JIAT

Martda Vadetya • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB
TERBATAS: Petani tengah mengambil air dari waduk yang mengering di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pekan lalu. (Sofan Kurniawan/JPRM)
TERBATAS: Petani tengah mengambil air dari waduk yang mengering di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pekan lalu. (Sofan Kurniawan/JPRM)

Tanggulangi Penyusutan Pasokan Irigasi saat Kemarau  

KABUPATEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto terus menambah jumlah titik sumur jaringan irigasi air tanah (JIAT). Sebanyak 13 rumah pompa dan sumur akan segera dibangun tahun ini. Tujuannya, untuk menekan potensi gagal panen akibat ancaman kekeringan atau penyusutan debit irigasi dari aliran sungai selama puncak kemarau berlangsung.  

”Untuk tahun 2026 ini ada 13 titik. Sementara 10 lokasi yang sudah pasti, yang lain masih proses verifikasi,” ujar Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman, Minggu (20/9). 

Sumur JIAT merupakan sumur air tanah dengan kedalaman lebih dari 100 meter berkapasitas 30 liter/detik yang berfungsi menyediakan cadangan air irigasi sawah jika debit irigasi sungai menyusut saat kemarau. Satu titik sumur ditaksir mampu menyuplai irigasi persawahan seluas 30 hektare. 

Proyek sumur ini merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Rois merinci, 10 titik yang segera didirikan tahun ini meliputi Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi; dua titik di Desa Perning, Kecamatan Jetis; Desa Bangun, Kecamatan Pungging; Desa Karangdiyeng dan Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo. Lalu, Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu; Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, dan dua titik di Desa Peterongan, Kecamatan Bangsal. 

”Sepuluh titik ini sudah disetujui pemerintah pusat, tinggal menunggu DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) saja. Kalau tidak ada perubahan rencananya akan digarap mulai Oktober nanti,” bebernya. 

Sejauh ini, terdapat 12 titik sumur JIAT yang lebih dahulu dibangun pada 2025. Di antaranya di Desa Pagerjo, Kecamatan Gedeg; Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal; Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari; hingga Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu. 

Jika nanti 13 titik sumur baru rampung didirikan, otomatis wilayah Kabupaten Mojokerto total memiliki 23 sumur JIAT. Menurut Rois, pengadaan sumur JIAT dapat mendukung sekaligus mengoptimalkan sektor pertanian di 18 kecamatan. 

Suplai irigasi dari air tanah dinilai penting, utamanya saat debit irigasi aliran sungai menyusut selama kemarau berlangsung. ”Selain itu juga mendukung peningkatan indeks pertanaman (IP). Petani yang biasanya bisa tanam 1-2 kali saja diharapkan bisa menjadi 2-3 tanam,” pungkasnya. (vad/ris)

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
sumur JIAT sumur irigasi musim kemarau