KOTA – Upaya bersih-bersih dari ancaman peredaran narkotika di balik jeruji besi terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Mojokerto. Selain deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, puluhan napi dites urine sebagai filter mutlak dalam pengusulan hak integrasi.
Kasi Binadik Lapas Kelas II-B Mojokerto Anggi Fauzi menguraikan, tes urine yang digelar pada Selasa (15/9) lalu menyasar 20 orang warga binaan. Seluruhnya menjalani serangkaian skrining ketat melalui pengawasan petugas Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), tim registrasi, serta petugas klinik.
”Hasilnya seluruh warga binaan tersebut negatif dan dinyatakan bersih dari narkoba,” ujarnya, kemarin (17/9). Menurutnya, tes urine ini sekaligus menjadi upaya lapas dalam mencegah kecolongan terhadap aksi peredaran narkoba di dalam sel penjara. Anggi memastikan hanya napi yang benar-benar bersih dan bebas narkoba yang berhak diajukan dalam proses integrasi.
”Pemeriksaan ini merupakan bagian dari deteksi dini sekaligus upaya memastikan proses pengusulan integrasi berjalan sesuai dengan ketentuan,” imbuhnya. Penyaringan ketat terhadap pengusulan hak integrasi warga binaan ini turut diatensi Kalapas Kelas II-B Mojokerto Arifin Akhmad.
Ia mewanti-wanti jajarannya agar memastikan seluruh tahapan tes urine hingga administrasi sesuai prosedur. ”Pemeriksaan ini dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan untuk memastikan proses pengusulan integrasi berjalan tertib dan tepat sasaran,” tegas Arifin. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto