SEMENTARA itu, PMI Kabupaten Mojokerto terus melakukan penelusuran dan asesmen terhadap keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung proses identifikasi hingga pemulangan dari hasil pencarian tim SAR gabungan.
Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Mojokerto Didik Soedarsono mengatakan, pihaknya mendatangi keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 untuk melakukan pendataan dan asesmen. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari layanan penyatuan keluarga terpisah atau Restoring Family Link (RFL). ’’Sesuai dengan perintah dari PMI Provinsi (Jatim) dan PMI Pusat, kami membuka link penyatuan keluarga terpisah,’’ ujarnya, Selasa (15/9).
Didik menjelaskan, PMI melakukan pendataan awal terhadap keluarga penumpang kapal yang berdomisili di Kabupaten Mojokerto. Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan daftar manifes kapal maupun temuan penumpang dari tim SAR. ’’Kami juga berkoordinasi dengan teman-teman baik yang di Tanjung Perak maupun yang di Banjarmasin, Kalimantan,’’ jelasnya.
Di samping itu, PMI juga menyiapkan fasilitas apabila keluarga harus menuju Posko Terpadu Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dari hasil pendataan awal yang dilakukan, terdapat lima warga asal Kabupaten Mojokerto yang menjadi penumpang kapal.
Berdasarkan update sementara, baru dua orang yang dipastikan telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sedangkan tiga penumpang lainnya masih menunggu perkembangan informasi dari hasil pencarian oleh tim gabungan.
Namun, ungkap Didik, data penumpang tersebut masih dilakukan verifikasi dan validasi dengan melakukan asesmen sekaligus mendatangi anggota keluarganya. Karenanya, PMI Kabupaten Mojokerto masih terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak lainnya. (ram/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto