KABUPATEN - Tragedi terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 rute pelayaran Surabaya-Banjarmasin pada Minggu (13/9) menyisakan penantian dari keluarga penumpang di Kabupaten Mojokerto. Hingga hari ketiga pencarian oleh tim SAR gabungan, dua warga asal Kecamatan Dlanggu dan Pacet belum ada kepastian kabar.
Salah satu yang masih menanti harapan adalah keluarga Aji Karyono, 48. Sejak Jumat (11/9) lalu, warga Dusun/Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu ini berpamitan berangkat ke Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. ’’Ke Banjarmasin itu membawa sayur,’’ ungkap Feni, keponakan Aji saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (15/9).
Dia menjelaskan, pamannya merupakan sopir truk yang biasa mengirimkan berbagai jenis sayuran ke Banjarmasin. Feni menyebut, Aji menumpangi KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya, Sabtu (12/9). Namun, pada Minggu (13/9), keluarga mendapat kabar kapal yang ditumpangi Aji mengalami musibah melalui kerabatnya.
Setelah dilakukan pengecekan, nama ayah satu anak tersebut terdaftar dalam manifes penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di kawasan perairan Masalembo. ’’Dari daftar penumpang, ternyata ada namanya (Aji Karyono),’’ papar dia.
Hingga kemarin, ujar Feni, belum ada kabar terkait keberadaan pemannya. Saat ini, keluarga hanya bisa terus memantau perkembangan informasi terkait pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. ’’Sampai sekarang belum diketemukan, belum ada kabar,’’ tuturnya.
Selain itu, keluarga juga menggelar doa bersama dan berharap Aji bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. ’’Habis Isya mengadakan ngaji sampai ketemu nanti. Keluarga cuma minta kun fayakun-Nya gusti Allah, semoga ada keajaiban,’’ harap Feni.
Sementara itu, asa serupa juga dinantikan oleh keluarga M. Suud, 41, warga asal Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet. Sopir truk ekspedisi ini juga hilang kontak dengan keluarga sejak menumpang KM Virgo Transport 8 menuju ke Banjarmasin, Sabtu (12/9). ’’Pamitnya ke istrinya saja, bilang mau muat paket ke Kalimantan,’’ terang Wariyeb, mertua Suud.
Saat mengirim paket berupa perangkat mesin, ayah dua anak tersebut tak sendiri. Suud berangkat bersama Saiful Nurudin, kernet truk asal Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Setelah terjadi peristiwa kapal terbalik pada Minggu (13/9) dini hari, hanya Saiful yang ditemukan dalam kondisi selamat dan dievakuasi menuju Banjarmasin. Sementara Suud hingga kini belum masuk dalam daftar penumpang yang ditemukan.
Wariyeb berharap agar menantunya bisa segera ditemukan. ’’Mudah-mudahan Allah masih mempertemukan kami dalam keadaan apapun. Itu harapan keluarga,’’ terangnya.
Terpisah, Sulin Tri Utami, warga Dusun Bungkem, Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar bersyukur setelah mendapat kabar bahwa suaminya, Munawi, telah ditemukan. Juru masak KM Virgo Transport 8 tersebut dipastikan selamat setelah berhasil dievakuasi ke Banjarmasin.
Kabar baik itu diterimanya pada Senin (14/9) malam melalui grup WhatsApp (WA) Desa Kwedenkembar. Sejak saat itu, Sulin baru tersadar bahwa kapal tempat suaminya bekerja mengalami kecelakaan laut karena sudah hilang kontak. ’’Jadi selama dua hari ini tidak tahu sama sekali terkait kapal tenggelam,’’ terangnya.
Setelah mendapat kabar suaminya selamat, Sulin langsung menghubungi melalui nomor handphone salah satu petugas. Namun, Munawi belum bisa kembali ke Mojokerto karena masih dilakukan proses pendataan oleh tim gabungan. ’’Saya berharap semoga ayahnya (Munawi, Red) cepat-cepat dipulangkan supaya keluarga bisa tenang,’’ tandas ibu dua anak ini. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto