Pascapanen Jagung, Petani di Mojokerto Pilih Biarkan Lahan Pertanian Bera

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 10:12 WIB
PETANI membersihkan sisa tanaman jagung pascapanen di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/9). (Sofan Kurniawan/JPRM)
PETANI membersihkan sisa tanaman jagung pascapanen di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/9). (Sofan Kurniawan/JPRM) 

PETANI membersihkan sisa tanaman jagung pascapanen di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, kemarin (11/9). Memasuki puncak musim kemarau, keterbatasan air membuat aktivitas pertanian di kawasan tersebut ikut terpengaruh.

Sejumlah petani memilih berhenti sementara menanam pangan alias lahan pertanian bera. Itu dikarenakan ketersediaan air untuk mengolah lahan semakin terbatas. Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri bagi pertanian di kawasan utara Sungai Brantas.

Petani berharap pemerintah segera melakukan normalisasi waduk dan embung di kawasan lahan pertanian guna mencukupi ketersediaan air yang digunakan untuk produksi pangan. (fan/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
lahan pertanian bera petani jagung petani mojokerto