Stok Diperkirakan Habis Dua Pekan Lagi
DAWARBLANDONG - Memasuki puncak musim kemarau, persediaan air di Waduk Rodokan, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto terus menyusut. Kondisi tersebut membuat puluhan petani di sekitar waduk mulai berebut mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Air yang tersisa di waduk kini hanya berada di bagian tertentu. Puluhan mesin penyedot milik petani berjajar untuk mengambil air guna menyiram lahan, terutama untuk kebutuhan persemaian cabai sebagai persiapan memasuki musim tanam berikutnya.
Tak hanya itu, petani juga menggali waduk yang sudah kering tersebut untuk mendapat sisa air. Petani setempat menamai itu dengan istilah belik.
Sayudi, petani setempat mengatakan, kebutuhan air meningkat karena petani mulai menyemai benih cabai untuk persiapan tanam pada awal musim hujan. ”Bedengan cabai membutuhkan air untuk disiram setiap hari. Tetapi stok air di Waduk Rodokan ini sudah menipis, sedangkan puluhan petani di sekitar hanya mengandalkan waduk ini,” ungkap Sayudi, Rabu (9/9).
Menurut dia, jika tidak segera turun hujan, persediaan air di Waduk Rodokan diperkirakan tidak akan bertahan lama. ”Kemungkinan dua minggu lagi air sudah habis,” imbuhnya. Kondisi tersebut membuat petani khawatir. Sebab, ketersediaan air menjadi salah satu penentu keberlangsungan proses persemaian hingga penanaman cabai.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan air. Salah satu yang diusulkan adalah melakukan pendalaman waduk agar daya tampungnya meningkat dan dapat menyimpan lebih banyak air saat musim hujan.
”Harapannya, pemerintah segera melakukan pendalaman waduk. Kalau lebih dalam, stok air bisa lebih banyak sehingga bisa digunakan petani untuk proses tanam,” tandas Sayudi.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, musim kemarau 2026 pada zona Mojokerto-Jombang akan berakhir pada bulan November mendatang. Kondisi tersebut berpotensi semakin menekan ketersediaan air di area pertanian, khususnya kawasan utara Sungai Brantas. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto