Imbas Suhu Ekstrem dan Kelalaian Warga
KOTA - Puncak musim kemarau disertai cuaca terik meningkatkan potensi kebakaran di Kota Mojokerto. Dalam kurun dua hari terakhir, Sabtu (5/9) dan Minggu (6/9) saja, terjadi tiga rentetan peristiwa kebakaran yang mengancam keselamatan warga.
Insiden pertama kali menyasar lahan kosong di Jalan Karimun Jawa, Kelurahan/Kecamatan Kranggan pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 13.28. Sehari berselang, teror api kian mengganas. Sebuah rumah di Jalan Mentikan Gang I, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, ludes dilalap si jago merah pada Minggu (6/9) pagi.
Rumah yang dalam kondisi kosong ditinggal pergi pemiliknya itu diduga terbakar akibat korsleting listrik. Meski tidak ada korban, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 100 juta. Belum berganti hari, pada sekitar pukul 17.18 kebakaran lahan menyasar area bantaran Sungai Ngotok di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon. Api melalap semak ilalang kering yang ada di pinggir kali.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mojokerto Ganesh P. Khresnawan menjelaskan, rentetan insiden kebakaran ini tak lepas dari faktor alam. Puncak kemarau ditambah cuaca terik membuat lingkungan mengering hingga memicu peningkatan potensi kebakaran secara drastis.
’’Kondisi cuaca saat ini sedang panas ekstrem dan disertai embusan angin kencang. Karena itu, kalau terjadi percikan api sedikit saja, kebakaran akan sangat cepat merambat dan meluas,’’ ungkapnya, kemarin.
Menyikapi tingginya ancaman kebakaran ini, BPBD Kota Mojokerto terus menggencarkan mitigasi ke akar rumput. Ganesh mewanti-wanti warga agar tak sembrono memantik api. Termasuk membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering.
’’Kami sudah sering kali turun melakukan sosialisasi di tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan terkait larangan membakar sampah sembarangan. Minimal, membakar sampah harus ditunggui sampai apinya benar-benar padam,’’ pungkas Ganesh. (vad/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto