KABUPATEN - Meminimalkan fatalitas kecelakaan masih menjadi fokus utama relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto. Salah satu upayanya adalah rutin merevitalisasi benteng penyelamat di rest area Sendi, Desa/Kecamatan Pacet.
Hampir dua bulan sekali tumpukan sekam di dalam karung diganti agar dinding penyelamat berfungsi optimal dalam menahan laju kendaraan. Itu bisa mencegah kecelakaan lalu lintas akibat rem blong di jalur ekstrem tersebut. ’’Kami mengevaluasi setiap bulan, bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali penggantian dinding sekam yang sudah rapuh, usang, dan rusak,’’ ungkap Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto Saiful Anam.
Perbaikan difokuskan di rest area lantaran lokasi tersebut juga menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan di jalur alternatif Mojokerto-Batu ini. Tidak hanya revitalisasi, puluhan relawan dari 22 komunitas dan organisasi sosial juga ikut bersiaga di kawasan selatan Mojokerto ini, khususnya di akhir pekan yang kerap dipadati wisatawan.
Mereka tak segan memberikan peringatan kepada pengendara untuk berhenti sejenak di rest area untuk memulihkan kendaraannya. Bahkan, tak jarang para relawan ini ikut berjibaku mengevakuasi para korban kecelakaan, sehingga bisa langsung mendapat pertolongan. ’’Jumlah personelnya mungkin ada ratusan yang tergabung di FPRB dari 22 komunitas atau organisasi sosial. Kami tidak menarget jumlah personel yang siaga, namun jumlah relawan yang berjaga selalu tersedia. Termasuk ambulans yang wajib tersedia minimal satu unit,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto