Buntut Calon Jemaah Geruduk Kantor Travel, Kemenhaj Kota Mojokerto Perketat Pengawasan Travel Umrah

Farisma Romawan • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 05:43 WIB
PROSES MEDIASI: Petugas Kemenhaj Kota Mojokerto menemui calon jemaah umrah sebelum mediasi dengan travel umrah Annisa Ahmada Travelindo, Kamis (3/9).(Farisma/JPRM)
PROSES MEDIASI: Petugas Kemenhaj Kota Mojokerto menemui calon jemaah umrah sebelum mediasi dengan travel umrah Annisa Ahmada Travelindo, Kamis (3/9).(Farisma/JPRM)

 

 

Mediasi 15 Guru TPQ, Kantor Travel Annisa Tutup 

KOTA - Penundaan keberangkatan puluhan calon jemaah umrah di travel PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) memaksa Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Mojokerto turun tangan. Tidak sekadar memediasi jemaah, Kemenhaj juga mengevaluasi kinerja biro perjalanan ibadah umrah haji khusus yang beroperasi di Kota Onde-Onde. 

Termasuk memonitor izin operasional sejumlah agen travel agar tidak sampai terjadi penundaan hingga kegagalan keberangkatan jemaah. Kepala Kemenhaj Kota Mojokerto M. Hilmi Faqih mengatakan, evaluasi tidak sekadar mengecek jumlah jemaah yang diberangkatkan, tapi juga harga yang ditawarkan. Termasuk memonitor pelayanan yang diberikan pihak travel selama di Tanah Suci. 

Hal ini untuk memastikan agar keamanan dan kenyamanan jemaah benar-benar terlindungi mulai dari berangkat hingga pulang. ’’Ya, nanti kita minta bukti-bukti dan pelayanan yang diberikan selama perjalanan umrah sekaligus mengukur, apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas atau tidak,’’ terangnya, Kamis (3/9). 

Di Kota Mojokerto sendiri, hanya ada dua cabang travel umrah yang izinnya lengkap, yakni PT Annisa Ahmada Travelindo dan Persada Indonesia. Hanya saja, operasional Persada Indonesia sudah nonaktif setahun terakhir. Tidak hanya travel umrah, dua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga masuk dalam daftar evaluasi, yakni Al-Multazam dan Al Muhyiddin. 

’’Kalau untuk dua KBIHU, sementara ini aman dan tanpa kendala dalam melayani jemaah. Karena memang KBIHU hanya setahun sekali, sehingga persiapannya cukup matang,’’ imbuhnya. Sementara itu, fasilitasi mediasi tidak hanya diberikan Kemenhaj kepada calon jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang yang gagal berangkat pada tanggal 30 Agustus kemarin. 

Beberapa calon jemaah umrah yang tergabung di Forum Komunikasi Guru TPQ (FKPQ) Jawa Timur juga turut dimediasi ke travel PT Annisa Ahmada Travelindo. Tak jauh beda, mediasi juga untuk memastikan keberangkatan mereka ke Tanah Suci sesuai jadwal. Hanya saja, saat mengunjungi kantor cabang PT Annisa Ahmada Travelindo di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Sentanan, situasi kantor tengah tutup, sehingga tidak ada yang ditemui. 

’’Tadi kami juga memfasilitasi mediasi untuk 15 guru TPQ dari beberapa daerah yang juga dijanjikan berangkat tanggal 5 September, namun kondisi kantor travel sudah tutup,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
kemenhaj kota mojokerto travel mojokerto umrah mojokerto travel umrah