70 Ojol Dilatih Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Martda Vadetya • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:23 WIB
PERTOLONGAN PERTAMA: Para driver ojol mengikuti pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Mapolres Mojokerto Kota, Kamis (27/8). (Martda/JPRM)
PERTOLONGAN PERTAMA: Para driver ojol mengikuti pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Mapolres Mojokerto Kota, Kamis (27/8). (Martda/JPRM) 

KOTA - Potensi fatalitas kecelakaan lalu lintas mendapat atensi Polres Mojokerto Kota. Untuk menekan risiko kematian korban laka lantas, kepolisian menggandeng puluhan pengemudi ojek online (ojol) untuk dibekali wawasan kegawatdaruratan medis, Kamis (27/8).

’’Teman-teman ojol ini sebenarnya sangat responsif di lapangan, tetapi banyak yang tidak berani melakukan pertolongan awal karena takut salah. Padahal dari sisi medis, fatalitas korban itu justru sering terjadi akibat penanganan awal yang keliru sebelum tenaga medis tiba ke lokasi,’’ ujar ​Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto saat mengawali kegiatan Ojek Online Level Up, Garda Terdepan Penyelamat di Jalan yang digelar di Aula Rupatama.

Sebanyak 70 orang driver ojol ditatar wawasan sekaligus praktik langsung tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Mulai dari teknik kompresi dada, bantuan napas, hingga pembidaian dan pembalutan. Kepolisian menggandeng tim medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto serta Jasa Raharja.

Herdiawan menguraikan, pelatihan ini sekaligus merespons keresahan para pengemudi ojol di lapangan. Selama ini mereka kerap menjadi pihak yang paling cepat mendapati insiden kecelakaan namun tak berani mengambil tindakan. Tak ayal, kepolisian membekali para ojol dengan wawasan medis dasar dengan menghadirkan narasumber ahli.

Di samping itu, kepolisian merangkul ojol agar tak segan berkolaborasi ketika mendapati insiden laka lantas di jalan. Baik dengan memberi pertolongan pada korban maupun langsung melapor ke pihak terkait. Sekaligus menjadi saksi untuk membantu petugas saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). ’’Harapannya, jika rekan-rekan ojol mengetahui laka lantas bisa bekerja sama dengan kami,’’ imbuh kapolres.

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Rachmanu Bayu Aji berharap agar bekal wawasan kegawatdaruratan ini bisa berdampak luas. Para driver tak sekadar menghubungi layanan darurat, melainkan siap melakukan tindakan krusial penyelamat nyawa. ’’Harapan kami, wawasan ini bisa ditularkan ke rekan-rekan driver yang lain. Sehingga para ojol juga bisa berperan dalam menekan fatalitas korban laka lantas,’’ harapnya. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pertolongan pertama kegawatdaruratan driver ojol polres mojokerto kota