Peringati HUT ke-81 RI, Kibarkan Bendera Raksasa 1.000 Meter
TRAWAS - Sekitar 6 ribu pendaki diperkirakan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, besok (17/8). Pada perayaan 17-an kali ini, mereka juga kembali mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang 1 kilometer di Puncak Pawitra.
Upacara HUT RI menjadi agenda tahunan di Gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL). Tahun ini, kegiatan sakral tersebut digelar dengan melibatkan berbagai komunitas pecinta alam, rescue, dan pemerintah daerah.
Ketua Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) Watu Kelir Khoirul Anam mengatakan, upacara 17-an tahun ini akan digelar di Puncak Pawitra dan puncak bayangan Gunung Penanggungan. Total peserta yang akan mengikuti kegiatan mencapai 6 ribu orang. ’’Estimasi ada 5 ribu sampai 6 ribu pendaki yang ikut,’’ ujarnya, kemarin (15/8).
Jumlah tersebut lebih banyak dibanding peserta upacara HUT ke-80 RI pada tahun lalu. Saat itu, upacara detik-detik proklamasi di gunung suci dengan beragam situs peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut diikuti sekitar 3 ribu sampai 3.500 pendaki.
Anam menyatakan, bendera raksasa juga akan kembali dikibarkan tahun ini. Seperti upacara sebelumnya, Sang Saka sepanjang 1.000 meter bakal dikibarkan di Puncak Pawitra. ’’Ada pembentangan bendera 1.000 meter di puncak,’’ tutur pengelola jalur pendakian Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, itu.
Ratusan sukarelawan diterjunkan guna memastikan perhelatan upacara di alam bebas ini berjalan lancar. Mereka meliputi 10 petugas pos pendakian, 25 personel SAR Penanggungan, 50 anggota LPBI NU, 15 orang dari Welirang Community, 50 anggota sukarelawan TSA, serta 50 orang dari komunitas Semanggi Alas, Indonesia Eagle, dan Kerapa Pala.
Anam menjelaskan, mereka bakal bertugas di sepanjang jalur pendakian dan tempat perhelatan upacara. Mengingat jumlah pendaki yang membeludak, lanjutnya, panitia juga menyiapkan 2 unit ambulans, 4 unit motor, 1 unit mobil dobel kabin, dan 1 unit offroad Jimny. Adapun kebutuhan logistik ditopang dengan membangun dua dapur umum. ’’Dapur umum di pos 2 di koordinir LPBI NU dan dapur umum puncak bayangan oleh Kera Pala dan Semanggi Alas,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto