Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Terjunkan Alat Berat, Keruk Saluran Irigasi dan Waduk

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:44 WIB
TERJUNKAN ALAT BERAT: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto melakukan normalisasi aliran irigasi di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan untuk perkuat infrastruktur pertanian, Jumat (14/8). (Dori JPRM)
TERJUNKAN ALAT BERAT: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto melakukan normalisasi aliran irigasi di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan untuk perkuat infrastruktur pertanian, Jumat (14/8). (Dori JPRM)

KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berkomitmen memperkuat infrastruktur sektor pertanian untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), langkah nyata penanganan dilakukan secara rutin lewat pengerjaan pengerukan dan normalisasi saluran air hingga waduk penampung.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada dua titik vital, yakni normalisasi saluran sungai di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan dan normalisasi waduk penampung air di Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, menjelaskan pengerjaan di dua titik tersebut dilakukan untuk memulihkan fungsi daya tampung air yang menurun drastis akibat pendangkalan. Tak urung kondisi itu sangat berdampak pada suplai air terhadap pertanian di bumi Majapahit. ’’Selain proyek fisik berkala, kegiatan normalisasi rutin terus kami jalankan. Saat ini anggota di lapangan sedang memfokuskan pengerjaan di Desa Watesumpak dan Cinandang dengan menerjunkan alat berat di masing-masing lokasi,’’ ungkapnya.

Progres dan rincian pekerjaan lapangan untuk saluran sungai Desa Watesumpak pengerjaan telah berlangsung selama satu bulan. Normalisasi ini menargetkan pembersihan dan pengerukan saluran sepanjang 1,5 kilometer, di mana hingga kini progresnya telah mencapai 1 kilometer. Langkah ini diambil lantaran kapasitas tampung saluran yang berkurang kerap memicu air meluber lahan warga saat musim penghujan.

Sedangkan, Waduk Desa Cinandang, lanjut Yuni, pengerjaan baru berjalan sekitar satu minggu. Waduk seluas 900 meter persegi atau 30 x 30 meter tersebut mengalami pendangkalan parah hingga endapan sedimen hampir rata dengan permukaan tanah. Pemkab menargetkan mengeruk waduk hingga kedalaman rencana sekitar 6 meter agar waduk dapat kembali menampung air secara optimal untuk kebutuhan irigasi pertanian warga setempat.

Dengan dikerahkannya unit alat berat di kedua lokasi, dinas PUPR berharap penanganan ini selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan para petani sekitar saat memasuki musim tanam maupun musim hujan. ’’Normalisasi saluran dan waduk ini bagian dari penguatan infrastruktur pertanian di daerah untuk mendukung swasembada pangan nasional sebagaimana Asta Cita Bapak Presiden. Termasuk komitmen bapak Bupati meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto,’’ tandasnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
keruk saluran irigasi keruk waduk mojokerto dinas pupr kabupaten mojokerto