KOTA – Selain muktamirin, para masyayikh, dan santri, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus juga akan dipadati ratusan pelaku usaha. Tak terkecuali para pelaku UMKM merchandise asal Mojokerto yang ikut melapak dan meramaikan konferensi terbesar NU tersebut.
Mereka ikut menjajakan sejumlah suvenir seperti kaus, korek api, kerudung, hingga gantungan kunci kepada para pengunjung. Nuansa NU dan muktamar menjadi karakter khas di setiap kreativitas barang dagangan. Seperti yang diutarakan Budiono, pelaku usaha konveksi kaus Maestro yang akan melapak di sekitaran kompleks Makam Mbah Wahab Hasbullah.
Tak kurang 700-an buah kaus siap dijajakan warga Kelurahan Balongsari, Kota Mojokerto ini selama lebih dari sepekan di Jombang. ’’Selain khidmat kepada kiai, sekalian meraup berkah dan rezeki di lokasi muktamar. Karena di setiap acara NU, putaran ekonominya pasti besar,’’ ungkapnya, Minggu (9/8).
Dari ratusan kaus itu, Budi tidak hanya menyediakan desain logo muktamar saja. Beberapa desain unik dan futuristik lain juga akan ia pamerkan kepada para pengunjung. Terutama kaus bergambar Gus Dur, Mbah Hasyim, Mbah Wahab, hingga menara Masjid Tambakberas yang sudah banyak dipesan jemaah NU sejak awal Agustus lalu.
Kaus-kaus tersebut juga bisa dijadikan suvenir para muktamirin dari luar daerah dan pulau untuk anggota keluarga atau koleganya.
’’Justru gambar Gus Dur dan Mbah Wahab banyak yang pesan PO (pre order),’’ imbuhnya. Untuk lokasi lapak UMKM, panitia lokal (panlok) muktamar telah menyediakan area bazar dan expo. Meski demikian, tak sedikit pelaku UMKM yang memilih di lokasi perkampungan sebagai spot dagangan.
Dengan menempati teras rumah warga yang lebih teduh dan luas. Selain itu, faktor harga sewa juga turut menentukan. Di mana, sewa teras rumah warga di perkampungan lebih murah, yakni tak kurang dari Rp 2-4 juta selama muktamar.
’’Kalau yang stan di area bazar dan expo, harganya sudah Rp 5 juta lebih. Cuman, untuk bahu jalan di perkampungan tidak boleh dipakai lapak, hanya boleh di teras rumah warga saja,’’ pungkas warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto