MOJOKERTO RAYA - Belakangan ini embusan angin di wilayah Mojokerto Raya terasa lebih kencang dibanding biasanya. Menurut BMKG Juanda, terjadinya fenomena ini justru menandakan telah memasuki masa puncak musim kemarau.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya mengungkapkan, rata-rata kecepatan angin di wilayah Mojokerto sekitar 20-45 km/jam. Sedangkan, batas normal harian hanya di kisaran 10-35 km/jam. ’’Angka (20-45 km/jam) ini sudah tergolong angin kencang,’’ ujarnya, kemarin (4/8).
Praktis, kecepatan embusan angin yang meningkat dua kali lipat ini berisiko menimbulkan pohon tumbang. Meski begitu, menurut Andrie, terjadinya fenomena ini tidak dipicu dari adanya anomali cuaca tertentu. ’’Saat ini sedang puncak musim kemarau yang mana angin lebih kencang dan kelembaban udara makin kering. Apalagi fenomena El Nino saat ini di fase kuat,’’ beber Andrie.
Untuk meminimalisir risiko yang ditimbulkan, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya angin kencang. Selain mewaspadai pohon tumbang, warga juga diminta menggunakan masker penutup hidung saat beraktivitas di luar ruang.
Tujuannya tak lain, imbuh Andrie, untuk menghindari partikel debu yang tersapu angin terhisap saluran pernapasan. ’’Potensi pohon tumbang juga perlu diwaspadai. Bisa dilakukan dengan perantingan rutin,’’ tukasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto