Verifikasi Terus Berjalan, Berpotensi Bertambah
KABUPATEN – Meski masih delapan bulan lagi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Mojokerto terus bergerak dalam menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Setelah mengundang ribuan calon jemaah haji (CJH), Kemenhaj juga memverifikasi kesanggupan CJH berangkat ke Tanah Suci. Tak kurang 1.293 CJH telah masuk daftar kuota keberangkatan tahun depan. Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring verifikasi yang terus berjalan.
’’Untuk kuota haji tahun 2027, sama dengan tahun 2026, yakni kurang dari 1.300-an jemaah, sementara ini masih terus di-update jumlahnya sesuai kuota provinsi Jawa Timur,’’ terang Plt Kepala Kemenhaj Kabupaten Mojokerto M. Hilmy Faqih, kemarin (4/8). Kuota tersebut diakui Hilmi karena kuota haji 2027 yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia masih tetap, yakni 221 ribu jemaah. Termasuk kuota Jawa Timur yang juga sama dengan tahun 2026, yakni 45 ribu.
Jumlah tersebut sudah termasuk kuota jemaah khusus lansia dan disabilitas. ’’Untuk disabilitas, kuotanya sekitar 2.100-an CJH se-Jatim. Untuk jumlah lengkapnya, masih menunggu hasil pemilahan,’’ tambahnya. Dalam persiapannya, Kemenhaj telah mengimbau CJH untuk mempersiapkan diri sedini mungkin. Mulai dari pemeriksaan kesehatan (istithaah) serta pembaruan data administrasi dan paspor. Dua hal tersebut menjadi syarat wajib CJH saat proses pelunasan biaya perjalan ibadah haji (Bipih). ’’Berdasarkan kabar yang beredar, pelunasan Bipih tahap pertama akan dimulai Agustus ini,’’ tambahnya.
Untuk besaran biaya pelunasan, Hilmi mengaku belum bisa menentukan sebelum ada keputusan resmi Kemenhaj. Saat ini, besaran biaya masih diusulkan ke Presiden, yakni senilai dari Rp 107 juta. ’’Belum ada keputusan, masih menunggu surat edaran resmi kementerian berdasarkan ketetapan presiden,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto