Kemarau Panjang, BPBD Antisipasi Krisis Air Meluas di Mojokerto

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:31 WIB
DISALURKAN: Petugas BPBD menyalurkan bantuan air bersih melalui kendaraan tangki ke Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
DISALURKAN: Petugas BPBD menyalurkan bantuan air bersih melalui kendaraan tangki ke Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Pastikan Kuota Bantuan Aman hingga Sebulan ke Depan

KABUPATEN - Selain terus mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak, BPBD Kabupaten Mojokerto juga mengantisipasi meluasnya krisis air bersih akibat kemarau panjang. Kuota bantuan juga dipastikan masih mencukupi hingga satu bulan ke depan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyebutkan, penyaluran bantuan air bersih tetap difokuskan pada tiga desa terdampak. Sejak digelontorkan Rabu (22/7) lalu, dropping air bersih dilakukan setiap hari dengan total tujuh tangki berkapasitas 4.000 liter. ’’Bantuan air bersih masih berlangsung sampai saat ini,’’ ungkapnya, Kamis (30/7).

Penyaluran bantuan air bersih masing-masing menyasar Desa Duyung, Kecamatan Trawas dengan dua tangki per hari. Selain itu, dropping juga dilakukan di wilayah Kecamatan Ngoro, yakni di Desa Kunjorowesi yang dijatah empat tangki dan Desa Manduro Manggung Gajah dengan satu tangki per hari. ’’Jadwal dan intensitas penyaluran bantuan di tiga desa tetap seperti awal, belum ada perubahan,’’ tandasnya.

Selain tiga daerah tersebut, BPBD Kabupaten Mojokerto juga mengantisipasi potensi meluasnya dampak krisis air besih. Mengingat, musim kemarau tahun ini diberkirakan akan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino.

Namun, papar Khakim, sampai dengan akhir Juli ini, krisis air melanda di tiga titik yang notabene jadi langganan bencana kekeringan tahunan. ’’Untuk saat ini belum ada perangkat atau kepala desa yang mengajukan permintaan bantuan karena krisis air. Alhamdulillah, daerah-daerah yang lain masih aman,’’ tuturnya.

Meski demikian, dengan telah ditetapkannya status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla, BPBD memastikan kuota bantuan air besih masih mencukupi untuk sebulan ke depan. Karena alokasi bantuan yang bersumber dari Pemprov Jatim menyediakan total 300 tangki untuk penanganan krisis air di Kabupaten Mojokerto. ’’Kalau ada yang mengajukan bantuan, nanti kami tinggal menyesuaikan,’’ pungkas Khakim. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
bpbd kabupaten mojokerto bencana mojokerto kekeringan mojokerto musim kemarau krisis air