Progres Mencapai 65 Persen, Satu Sisi Tuntas Dicor
KABUPATEN - Peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Mojokerto terus dikebut. Salah satunya proyek pelebaran jalan menuju standar pada ruas Jalan Modopuro-Leminggir, Kecamatan Mojosari. Hingga memasuki pekan kedelapan pelaksanaan, proyek senilai Rp 1,2 miliar tersebut menunjukkan tren pengerjaan yang positif dan melampaui target.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya menegaskan, pengerjaan fisik pengerasan beton semen ruas Jalan Modopuro-Leminggir untuk satu sisi jalan saat ini telah tuntas. Berdasarkan data, realisasi fisik di lapangan saat ini sudah mencapai 65 persen. Padahal, rencana pengerjaan di minggu kedelapan targetnya baru ditetapkan sebesar 7 persen. Hal ini mencatatkan deviasi positif signifikan mencapai plus 58 persen. ’’Pengerjaan memang kita percepat sejak awal agar efisiensi waktu dapat tercapai. Saat ini untuk pengerjaan pengecoran satu sisi jalan sudah tuntas 100 persen,’’ ungkapnya, kemarin (31/7).
Meski progres terbilang cepat, aktivitas pengecoran di lapangan saat ini dihentikan sementara secara terukur. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas struktur bangunan dan menunggu proses pengeringan atau umur beton tercapai. ’’Sekarang pengerjaan berhenti sementara karena kita menunggu umur beton pada sisi yang sudah tuntas tersebut. Minimal butuh waktu 28 hari agar kekuatan beton benar-benar optimal dan siap dilalui. Setelah umur beton terpenuhi, baru kita lanjutkan pengerjaan pengecoran untuk sisi jalan sebelahnya,’’ jelas Henri.
Menurutnya, proyek ini nilainya sebesar Rp 1,2 miliar. Target pengerjaan volume sepanjang 300 meter dengan lebar 5,5 meter oleh CV Lutfi Bangun Persada dan konsultan pengawas dari PT Budi Luhur Sentosa. ’’Kita targetkan bisa tuntas dalam 150 hari kalender. Tetapi dengan progres yang positif ini, kami optimistis bisa selesai lebih awal,’’ tandasnya.
Pemkab berharap dengan adanya pelebaran jalan ini, akses mobilitas warga maupun perekonomian di kawasan Desa Leminggir dan sekitarnya dapat berjalan lebih lancar, aman dan nyaman. Henri menegaskan, Jalur Modopuro-Leminggir diproyeksikan menjadi rute alternatif, dari arah barat kawasan Mojoanyar hingga Leminggir melintasi pinggiran Sungai Brantas. ’’Akses ini diharapkan mampu mengurangi tumpukan volume kendaraan yang kerap terjadi di jalur Mojosari-Mojokerto pada jam-jam sibuk,’’ tandasnya.
Dinas PUPR mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas untuk tetap berhati-hati dan memaklumi penyesuaian arus lalu lintas selama masa pematangan beton berlangsung. ’’Warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di area proyek dan penyempitan lajur sementara di sekitar selama masa pembangunan berjalan,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto