KABUPATEN - Sebanyak 28 situs purbakala di kawasan cagar budaya (KCB) Gunung Penanggungan disasar pemeliharaan. Kegiatan kolaborasi Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dan Disbudpar Provinsi Jawa Timur ini dilakukan sebagai langkah pelestarian peninggalan bersejarah.
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo menuturkan, pembersihan sekaligus pengawasan rutin di Gunung Pawitra ini dilakukan secara kontinu dengan melibatkan masing-masing juru pelihara (jupel) situs. Adapun objek bersejarah yang disasar perawatan meliputi Candi Selokelir, Candi Kama, Candi Carik, Watu Tulis, Goa Kencana, Candi Kursi, hingga Candi Sengon.
Pembersihan dilakukan dengan cermat untuk menjaga keaslian peninggalan kuno. Seperti dengan menyapu area situs, memangkas rumput liar hingga mengupas lumut pada struktur. ’’Kalau diperlukan, petugas memakai alat khusus supaya tidak sampai merusak strukturnya,’’ ungkapnya, kemarin (28/7).
Menurut Riedy, langkah ini sekaligus bagian dari pengawasan rutin terhadap objek bersejarah dari potensi kerusakan baik dipicu faktor alam maupun aktivitas manusia. Terlebih, hampir setiap pekan petugas gabungan dikerahkan secara berkala ke lokasi. ’’Kalau ada yang butuh perawatan atau ada yang rusak, bisa segera ditangani,’’ tandas Riedy.
Meski begitu, pihaknya memastikan, sejauh ini tidak ditemukan kerusakan berarti pada puluhan objek purbakala tersebut. Segaris dengan tujuan langkah pemeliharaan ini yang merupakan bagian dari upaya pelestarian peninggalan bersejarah. (vad/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto