Pascakebakaran Pekan Lalu, Kobaran Api Hanguskan Lahan Seluas 99,5 Hektare
KABUPATEN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo memperketat pengawasan pascakebakaran yang melanda Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro pekan lalu. Mengantisipasi terjadinya musibah susulan, setiap pendaki dilarang membuat perapian hingga membuang puntung rokok sembarangan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengungkapkan, pengetatan pengawasan sebagai upaya pencegahan menyusul telah dibukanya kembali jalur pendakian di Cukit Cendono. Rute hiking yang berada di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini sempat ditutup saat terjadinya kebakaran yang melanda kawasan Gunung Biru pada 14-20 Juli lalu. ”Harapannya pendaki agar mendaki dengan bijak,” ungkapnya, kemarin (24/7).
Ia mengatakan, setiap pendaki diwajibkan untuk melakukan registrasi di bascamp Bukit Cendoro. Selain itu, pasca terjadinya kebakaran hutan, pengawasan aktivitas pendakian diperketat dengan melarang keras pendaki membuat perapian di area terbuka.
Pasalnya, di tengah kemarau saat ini, sumber api sekecil apa pun dapat berpotensi menimbulkan kebakaran. ”Tidak boleh melakukan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti api unggun, puntung rokok, dan lainnya,” tandasnya.
Agustiningtyas Marini menyebut, saat ini di wilayah Tahura Raden Soerjo telah dinyatakan bebas dari kebakaran. Meski telah tertangani, kobaran api yang membara selama empat hari tercatat menghanguskan total 99,5 hektare lahan. ”Alhamdulillah hotspot nihil,” tandasnya.
Sebelumnya, kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Anjasmoro, Kecamatan Gondang akhirnya padam setelah empat hari membara. Sabtu (18/7) lalu, UPT Tahura Raden Soerjo menyatakan kepulan asap dari kebakaran hutan sudah tidak terlihat.
Dua titik panas yang sebelumnya masih menyala kini tak terdeteksi lagi. Berdasarkan pantauan tim dari Bukit Cendono, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet kepulan asap juga sudah tidak terlihat.
UPT Tahura Raden Soerjo memastikan pemantauan dan pengawasan tetap dilakukan. Personel gabungan yang terdiri dari petugas Tahura Raden Soerjo, BPBD, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan sesantiasa bersiaga di Bukit Cendono yang menjadi pos komando. Kawasan ini berada di seberang gugusan Anjasmoro. Petugas bersiaga untuk mengantisipasi apalagi kobaran api kembali menyala. ’’Kami tetap melakukan pemantauan untuk antisipasi,’’ imbuh Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo Ajat Sudrajat.
Kebakaran hutan melanda wilayah Tahura Raden Soerjo di Pegunungan Anjasmoro sejak Selasa (14/7) malam. Petugas memantau sedikitnya lima hotspot. UPT menyebut sumber api berasal dari kawasan Resort Konservasi Wilayah (RKW) 6 Mojokerto Barat yang masuk wilayah Desa Gumeng dan Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Setelah proses pemadaman, tiga titik panas akhirnya padam pada Jumat (17/7). (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto