Dropping Air Bersih di Mojokerto Berlangsung Selama 43 Hari

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 08:26 WIB
PERDANA: Bantuan air bersih disalurkan ke tandon di Dusun Bantal, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin (22/7). (Rizal JPRM)
PERDANA: Bantuan air bersih disalurkan ke tandon di Dusun Bantal, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin (22/7). (Rizal JPRM)

SEMENTARA itu, tiga desa terdampak krisis air di kaki Gunung Penanggungan mulai didrop bantuan air bersih mulai Rabu (22/7). Langkah tersebut seiring ditetapkannya Kabupaten Mojokerto dengan status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengungkapkan, dropping bantuan air perdana menyasar Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro. Selain itu, penyaluran air bersih juga direalisasikan di Desa Duyung, Kecamatan Trawas.

Khakim menyatakan, bantuan yang bersumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) ini akan berlangsung selama 1,5 bulan ke depan terhitung mulai 22 Juli sampai dengan 11 September 2026. ’’Mulai dropping air bersih hari ini (kemarin, Red) dan akan berlangsung selama 43 hari,’’ ungkapnya, Rabu (22/7).

Bantuan air bersih akan dilakukan rutin setiap hari ke masing-masing desa terdampak. BPBD mengalokasikan kuota sebanyak 300 tangki dengan kapasitas 4.000 liter untuk penanganan kekeringan di Kabupaten Mojokerto. ’’Setiap hari bantuan air bersih disalurkan tujuh tangki ke tiga desa terdampak,’’ paparnya.

Dia merincikan, Desa Kunjorowesi didrop sebanyak empat tangki per hari dengan jumlah warga terdapat sebanyak 1.499 kepala keluarga (KK). Disusul, Desa Duyung dengan dua tangki untuk memenuhi kebutuhan 503 KK. Sedangkan satu tangki disalurkan ke Desa Manduro Manggung Gajah dengan warga terdampak mencapai 774 KK. ’’Kalau nantinya membutuhkan ketersediaan air lebih banyak, kami akan ajukan lagi untuk menambah,’’ paparnya.

Khakim menyebutkan, penyaluran bantuan air bersih dilakukan menyusul telah ditetapkannya status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla di Kabupaten Mojokerto. Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2026 sesuai yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto Nomor 100.3.3.2/266/HK/416-012/2026. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
dropping air bersih bpbd kabupaten mojokerto bencana kekeringan kekeringan mojokerto