- Tiga Desa di Ngoro-Trawas Terdampak Kekeringan
- Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
KABUPATEN - Kondisi geografis yang berada tepat di bawah lereng Gunung Penanggungan Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro menjadi langganan kekeringan ekstrem setiap tahunnya.
Sulikah, salah satu warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi mengungkapkan, bahwa krisis air bersih di desanya sebenarnya terjadi di semua musim. Namun, saat musim hujan, warga masih bisa bertahan dengan cara menampung air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
”Kalau musim kemarau seperti sekarang, warga benar-benar kekurangan air. Kami terbiasa tidak mandi. Air yang untuk diminum lebih baik dipakai memasak daripada untuk mandi,” kata Sulikah. Sebelum bantuan dari pemerintah datang, warga Dusun Kandangan harus menempuh perjalanan jauh ke wilayah tetangga demi mendapatkan air bersih.
Mereka biasanya mengambil air di Sumber Tetek (Petirtaan Belahan), yaitu di Candi Pemandian peninggalan Raja Airlangga yang secara administrasi sudah masuk wilayah Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Menurut Sulikah, krisis air bersih di lereng Gunung Penanggungan ini diperparah oleh masifnya aktivitas eksploitasi alam berupa penambangan galian C di bawah desanya. Aktivitas pengerukan tersebut dituding merusak tatanan hidrologi dan hilangnya sumber mata air. ”Di bawah (kawasan galian), airnya justru berlimpah di bekas galian sampai membentuk danau. Itu menjadi salah satu faktor sumber mata air di kawasan atas mampet,” keluhnya.
Hingga saat ini, dropping bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) masih menjadi satu-satunya penyambung nadi kehidupan warga. Akan tetapi, warga Dusun Kandangan menegaskan bahwa bantuan tangki air hanyalah solusi sementara saja, ketika puncak kemarau tiba.
Mereka sangat berharap pemerintah daerah segera merumuskan solusi permanen jangka panjang agar kebutuhan air bersih di kawasan lereng Gunung Penanggungan tersebut dapat terpenuhi sepanjang tahun.
”Dropping air di dua kecamatan ini dilakukan mulai kemarin (21/7) hingga status darurat kekeringan berakhir,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin. Untuk wilayah Kecamatan Ngoro, bantuan difokuskan ke dua desa, yaitu Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah. Sedangkan untuk Kecamatan Trawas, pasokan air dialokasikan ke Desa Duyung. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto