- Satu Mahasiswa Dijatah Rp 3,6 Juta Per Semester
- Direalisasi setelah Dinyatakan Lolos Tahap Seleksi
KOTA - Pemkot Mojokerto menyiapkan beasiswa kuliah sebesar Rp 3,6 juta per mahasiswa setiap semester. Bantuan itu diberikan untuk meringankan beban biaya hidup selama menempuh pendidikan perguruan tinggi. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak warga yang mampu melanjutkan sekolah di perguruan tinggi.
Bantuan beasiswa kuliah diberikan melalui Program Beasiswa Sarjana Talenta Berprestasi (Pro Bestari). Program ini telah berjalan selama enam tahun terakhir. Tahun ini, pemkot melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto mengalokasikan anggaran dengan total Rp 1 miliar lebih guna mendukung program tersebut.
’’Kami ingin semakin banyak warga Kota Mojokerto yang mampu melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana,’’ kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menyosialisasikan program di tiga kelurahan, Surodinawan, Mentikan, dan Meri, Senin (20/7).
Pendaftaran Beasiswa Pro Bestari 2026 dibuka mulai 1 Agustus. Setiap mahasiswa yang lolos seleksi akan menerima dana sebesar Rp 3,6 juta yang diberikan setiap satu semester. Mengacu alokasi anggaran yang disediakan, sasaran penerima bantuan ini mencapai sekitar 300 orang.
Menurut Ning Ita, sapaan karib wali kota, sosialisasi ke tingkat kelurahan menjadi upaya agar informasi beasiswa dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ia menjelaskan, Pro Bestari merupakan wujud komitmen pemkot untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan. Aspek ini juga masuk dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pemberian beasiswa kepada mahasiswa bertujuan untuk membantu meringankan biaya hidup selama menempuh pendidikan. Sebab, beban biaya kebutuhan sehari-hari selama ini menjadi keluhan para orang tua, di samping biaya kuliah. ’’Karena itu program ini kami hadirkan agar dapat membantu meringankan beban tersebut,’’ tuturnya.
Selain melalui Pro Bestari, pemkot bersama Baznas Kota Mojokerto turut menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Satu Rumah Satu Sarjana. Program ini telah berjalan selama empat tahun sebagai upaya mendukung perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto