Pemkot Geber Pelatihan Kerja dan Job Fair
KOTA - Jumlah pengangguran terbuka di Kota Mojokerto mencapai 3.500 orang. Mereka meliputi warga usia produktif yang saat ini tercatat belum memiliki pekerjaan.
Sejumlah upaya dilakukan Pemkot Mojokerto untuk menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang dinilai masih tinggi. Di antaranya melalui bursa kerja atau job fair dengan menggandeng puluhan perusahaan dan pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto.
Pemkot menyatakan, kegiatan pelatihan kerja di BLK rata-rata diikuti 400 peserta setiap tahun. Pelatihan tahap pertama tahun ini yang dibuka pada Rabu (8/7) sudah diikuti sebanyak 96 peserta. Mereka mendapatkan enam jenis pelatihan selama program pendidikan dan pelatihan keterampilan yang dipusatkan di kantor UPT BLK Mojokerto di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Pelatihan bidang kompetensi yang diberikan antara lain tata boga, processing pembuatan roti dan kue, desain grafis, computer technical support, tata rias kecantikan (make up artist/mua), dan servis sepeda motor injeksi.
’’Pelatihan ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk bekerja maupun berwirausaha,’’ kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka program pelatihan sebagaimana dikutip dari laman pemkot.
Setelah menyelesaikan pelatihan, lanjutnya, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi guna memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat itu sebagai pengakuan atas kemampuan yang dimiliki dan menjadi bekal menting dalam mendapatkan pekerjaan maupun membangun usaha.
Ning Ita, sapaan wali kota, menyebut pelatihan kerja menjadi salah satu upaya mengentaskan angka penganguran. Saat ini, lanjutnya, sekitar 3.500 warga berusia produktif belum memiliki pekerjaan yang layak. ’’Karena itu kami terus menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran,’’ ujarnya.
Sebelumnya, pemkot menyatakan dari 400 peserta pelatihan kerja sepanjang 2025, sebanyak 300 peserta telah memiliki pekerjaan. Rinciannya, 198 orang terserap ke dunia kerja dan 102 orang membuka usaha. Sisanya, sebanyak 100 orang belum mendapatkan pekerjaan.
Pada 24 Juni lalu, pemkot juga menggelar job fair yang diikuti 35 perusahaan di bidang manufaktur hingga pendidikan. Ning Ita mengatakan, bursa kerja ini menjadi salah satu upaya menekan angka TPT yang tinggi. Total terdapat 1.200 lowongan pekerjaan yang disediakan seluruh perusahaan. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah