Sasar Tiga Desa Terdampak Kekeringan
KABUPATEN - Mulai pekan depan, BPBD Kabupaten Mojokerto bakal melakukan dropping air bersih untuk menanggulangi bencana kekeringan. Bantuan akan menyasar tiga desa terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengungkapkan, pengiriman bantuan air bersih kepada tiga desa terdampak akan segera direalisasikan. Langkah tersebut menyusul telah rampungnya penyusunan rancangan Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto tentang siaga darurat bencana kekeringan. ’’Untuk SK-nya sudah diproses di bagian hukum dan hari ini (kemarin, Red) sudah naik ke Pak Sekda,’’ tandasnya, kemarin (9/7).
Menurutnya, penetapan dokumen administratif tersebut akan menjadi landasan untuk merealisasikan penyaluran bantuan air bersih. Rencananya, dropping air dilakukan mulai pekan depan. ’’Begitu SK sudah selesai akan langsung disalurkan, insya Allah mulai Senin (13/7) depan,’’ paparnya.
Sesuai surat pengajuan yang telah diterima BPBD, terdapat tiga desa terdampak yang telah meminta bantuan air bersih. Masing-masing Desa Duyung, Kecamatan Trawas serta Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro.
Dari ketiga wilayah kekeringan tersebut, jumlah warga terdampak mencapai kurang lebih 2.776 kepala keluarga (KK). Khakim menyebutkan, penyaluran bantuan air bersih di tahap awal bakal disuplai dari Pemprov Jatim. ’’Reancananya dari pemprov dulu untuk bantuan reguler,’’ tandas dia.
Selain itu, Pemkab Mojokerto juga mengalokasikan sekitar 300 tangki dengan daya tampung 4.500 liter untuk dropping air bersih. Mengingat, kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibanding musim sebelumnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah