KABUPATEN - Dishub Jatim menyiapkan opsi penambahan armada angkutan feeder Mojokerto-Batu. Jumlah kendaraan yang beroperasi akan ditambah hanya jika tren jumlah penumpang terus mengalami peningkatan.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid menuturkan, hal ini berkaca pada lonjakan penumpang yang terjadi pada momen akhir pekan libur sekolah saat ini. Jumlahnya bahkan meningkat dua kali lipat dibanding harian normal. ’’Kalau setiap hari penumpang penuh seperti ini, kemungkinan armadanya akan ditambah,’’ ujarnya, kemarin (7/7).
Sejauh ini, dua armada minibus menyokong trayek Mojokerto-Batu. Akhir pekan lalu atau 27-28 Juni, penumpangnya membeludak. Dari kapasitas 19 penumpang, rata-rata okupansi bangkunya lebih dari 80 persen. Hal ini seiring berlangsungnya libur panjang sekolah semester genap 2026 di Jawa Timur sejak sekitar tanggal 22 Juni sampai 11 Juli mendatang.
Tak ayal, penambahan armada menjadi opsi untuk optimalisasi layanan angkutan umum non-ekonomi tersebut. Namun, langkah ini masih perlu evaluasi dan kajian lanjut. ’’Kalau (tren peningkatan penumpang, red) hanya momen hari libur atau weekend, ya tetap seperti ini,’’ sebutnya.
Sebab, menurut Yazid, angka tersebut berbanding terbalik saat harian normal. Masing-masing unit hanya memuat sekitar 5 orang penumpang. Mulanya, awal diresmikan Januari 2024 lalu, sebanyak 6 minibus milik PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong) dioperasikan pukul 06.00 sampai 16.30. Unit armadanya kemudian bertahap berkurang utamanya pasca insiden longsor maut di Pacet pada April 2025 lalu. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah