Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Layanan Call Center di Kota Mojokerto Didominasi Laporan Prank

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 5 Juli 2026 | 07:08 WIB
TINDAK LANJUT: Petugas PSC 119 Kota Mojokerto menindaklanjuti laporan permintaan ambulans di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, dari Call Center 112 Kota Mojokerto, Rabu (1/7). (Adi JPRM)
TINDAK LANJUT: Petugas PSC 119 Kota Mojokerto menindaklanjuti laporan permintaan ambulans di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, dari Call Center 112 Kota Mojokerto, Rabu (1/7). (Adi JPRM) 

Diduga Dilakukan Penelepon Iseng

KOTA – Layanan Call Center 112 di Kota Mojokerto didominasi prank. Dari total 222 panggilan yang diterima petugas sepanjang bulan lalu, 102 di antaranya merupakan telepon iseng. Rekap panggilan selama Juni 2026 itu dipublikasikan tim Call Center 112 Kota Mojokerto pada Rabu (1/7).

Grafik yang disajikan menunjukkan panggilan prank sebanyak 102 atau mencapai 45,9 persen. Sementara itu, panggilan normal berjumlah 33 (14,9 persen) dan panggilan informasi sebanyak 87 (39,2 persen). Total telepon yang masuk tersebut mencapai 222. 

Adapun 33 panggilan normal berupa berbagai jenis kejadian yang di antaranya 12 permintaan ambulans gawat darurat, 9 kecelakaan, 4 laporan hewan buas atau berbisa, 3 gangguan keamanan dan ketertiban, serta 2 kejadian kebakaran. Selain itu, terdapat laporan tindak kriminal, kegawatdaruratan, dan penyelamatan manusia/hewan peliharaan yang masing-masing 1 panggilan. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto Citra Mayangsari belum merespons saat dimintai konfirmasi mengenai sebaran layanan panggilan darurat tersebut, Rabu (1/7). 

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Mojokerto, telepon prank mendominasi rekap panggilan setiap bulan. Seperti pada Mei 2025, dari total 274 panggilan yang masuk Call Center 112, 145 di antaranya berupa prank. Panggilan prank memiliki arti penelepon hanya iseng alias tidak ada laporan atau informasi yang ingin disampaikan. 

Layanan Call Center 112 berada di naungan diskominfo. Petugas di balik meja yang menerima panggilan darurat akan meneruskan laporan ke dinas ataupun lembaga yang berkaitan. Misalnya, panggilan ambulans akan disampaikan oleh petugas call center ke PMI dan kebakaran ke damkar.

Relawan PMI Kota Mojokerto William Martinus mengaku satuannya selama ini menindaklanjuti laporan kedaruratan yang diterima dari tim call center. ”Kalau laporan yang masuk ke kami belum pernah ada yang prank, setiap permintaan ambulans atau kecelakaan pasti benar ada kejadiannya di TKP,” tuturnya. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#call center prank #laporan prank #call center kota mojokerto #layanan call center