Terbagi dalam Lima Paket, Petani Diminta Awasi Pelaksanaan
KABUPATEN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto resmi menggulirkan pengerjaan sembilan paket proyek infrastruktur bendung dan jaringan irigasi. Proyek strategis bernilai total Rp 5,45 miliar ini ditargetkan mampu mengairi lahan pertanian seluas 325 hektare.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah menegaskan, penandatanganan kontrak seluruh paket pekerjaan tersebut telah diselesaikan dengan masa pelaksanaan terhitung sejak 26 Juni hingga 22 November mendatang.
Pembangunan ini difokuskan pada optimalisasi dan rehabilitasi infrastruktur air yang sudah mengalami penurunan fungsi. ’’Sembilan paket proyek ini merupakan komitmen Pemkab Mojokerto dalam mendukung produktivitas petani. Dengan total anggaran sebesar Rp 5,4 miliar lebih, output dari kegiatan ini meliputi pembangunan atau peningkatan sepanjang 980 meter saluran air, lima unit bangunan bendung, dan satu unit bangunan sadap,’’ ungkapnya, kemarin (3/7).
Menurut Yuni, standar konstruksi yang diterapkan pada proyek-proyek tersebut mengutamakan kualitas tinggi dan daya tahan jangka panjang. Pengerjaan fisik secara umum akan menggunakan konstruksi pasangan batu dan pasangan beton. Terutama untuk bagian mercu bendung dan dinding saluran air untuk mencegah kebocoran atau sedimentasi dini. ’’Manfaat atas bangunan ini ke depan mampu mengairi lahan pertanian seluas 325 hektare,’’ jelasnya.
Selain perbaikan fisik saluran, lanjut Yuni, salah satu fokus penting dalam proyek tahun anggaran 2026 yakni aspek modernisasi dan kemudahan operasional pintu air pengendali banjir. Pemkab melakukan rehabilitasi pada infrastruktur pintu air untuk memastikan pengaturan debit air berjalan lebih efisien dan responsif terhadap perubahan cuaca.
’’Ada yang khusus tahun ini, yaitu rehabilitasi pintu air pengendali banjir. Dari semula menggunakan sistem pintu skot balok kayu, kini kita ganti menjadi pintu baja modern. Ini ditujukan demi kemudahan operasional petugas di lapangan saat mengantisipasi debit air tinggi,’’ imbuhnya.
Salah satu titik krusial rehabilitasi pintu air pengendali banjir ini adalah Bendung Tambaksari, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri. Di lokasi tersebut, satu unit pintu air bendung dipugar total menggunakan material baja untuk mengoptimalkan pengendalian luapan air, sekaligus menjamin pasokan irigasi tetap stabil bagi areal persawahan.
Dengan masa pengerjaan sekitar lima bulan, dinas PUPR optimistis seluruh proyek akan rampung tepat waktu sebelum memasuki puncak musim penghujan akhir tahun ini. ’’Masyarakat, khususnya kelompok tani, diharapkan ikut serta dalam memantau jalannya pembangunan agar hasil yang dicapai dapat memberikan asas manfaat yang maksimal dan berkelanjutan,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah