Selama Pekan Pertama Libur Sekolah
KOTA – Masa liburan sekolah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat di Mojokerto. Salah satunya ditandai dengan naiknya jumlah pengguna kereta api (KA) yang mencapai hampir 13 ribu orang selama pekan pertama liburan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, Stasiun Mojokerto melayani 12.996 pelanggan sepanjang periode 22-30 Juni. Jumlah tersebut meningkat sekitar 27 persen dibandingkan periode hari biasa pada 8-16 Juni yang mencapai 10.202 pelanggan.
”Antusiasme masyarakat memanfaatkan moda transportasi kereta api selama masa libur sekolah menunjukkan tren positif,” ucapnya, kemarin (3/7). Periode libur sekolah semester genap 2026 berlangsung selama sekitar tiga pekan, antara 22 Juni sampai 11 Juli.
Mahendro menjelaskan, jumlah penumpang selama pekan pertama liburan terdiri dari 6.406 pelanggan berangkat dan 6.590 pelanggan tiba. ”Selama masa libur sekolah, kebutuhan masyarakat untuk bepergian cenderung meningkat, baik untuk berwisata, mengunjungi keluarga, maupun keperluan lainnya,” tutur dia.
Mahendro menambahkan, melonjaknya pengguna KA selama liburan sekolah tak lepas dari diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku untuk kelas ekonomi komersial. Kortingan tiket itu berlaku untuk keberangkatan pada 20 Juni sampai 5 Juli 2026. ”Stimulus tarif dari pemerintah memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan libur sekolah untuk bepergian menggunakan kereta api,” ucap dia.
Menurutnya, peningkatan volume pelanggan di Stasiun Mojokerto mencerminkan semakin aktifnya mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif terhadap pergerakan sektor pariwisata, ekonomi, serta aktivitas sosial yang tumbuh selama periode liburan.
Guna mengantisipasi tingginya jumlah pelanggan, KAI memastikan seluruh layanan berjalan optimal. Pemeriksaan kesiapan sarana dan prasarana dilakukan secara berkala hingga memastikan operasional perjalanan KA tetap andal.
”Kami terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan. Melalui dukungan operasional yang andal serta adanya program diskon tarif dari pemerintah, kami berharap semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi massal yang efisien, ramah lingkungan, dan bebas dari kemacetan,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah